Kontak | Indonesia | English | Masuk
  • Menu
  • KEUANGANKU ▾
  • SIMPANAN ▾
  • INVESTASI ▾
  • PINJAMAN ▾
  • PROTEKSI ▾
  • MATERI & ALAT ▾
  • KEGIATAN ▾
  • BERITA
  • DATA LINK

Beranda > Kegiatan > Perlindungan Konsumen > Tips Aman Transaksi Non-Tunai

Share

TIPS AMAN TRANSAKSI NON-TUNAI

Perkembangan teknologi memang memberikan banyak kemudahan bagi kehidupan masyarakat. Salah satu bentuk kemudahan yang tersebut ialah hadirnya fasilitas pembayaran non tunai.

Selain bagi konsumen, transaksi non tunai juga memberikan manfaat bagi negara, dimana banyaknya penggunaan instrumen non tunai akan membantu efisiensi baik untuk biaya produksi uang kartal maupun untuk pengedaran, pencabutan, penarikan, dan pemusnahan uang yang jelas membutuhkan biaya besar. Transaksi non tunai juga mencegah adanya underground economy atau kegiatan ekonomi yang tidak dilaporkan secara resmi, dimana hal tersebut berpotensi mengurangi pajak yang diterima oleh negara.

Namun, kamu harus tetap waspada terhadap tindakan kejahatan. Jika kamu menggunakan alat pembayaran non tunai secara tidak bijak dan tidak hati-hati, bisa berbahaya bagimu dan kondisi keuanganmu. Lalu, bagaimana sih menggunakan alat pembayaran non tunai secara aman? Yuk, simak tips di bawah ini:

1. Hindari pemindahtanganan kartu.

Jangan meminjamkan kartu kepada orang lain, atau memberikan kartu kepada petugas saat hendak melakukan transaksi. Saat makan di sebuah restoran, pengunjung seringkali menyerahan kartu kepada petugas untuk dibawa ke kasir saat hendak melakukan proses pembayaran. Hindari melakukan hal tersebut, bisa saja ada orang jahat yang berniat menukar kartumu dengan kartu orang lain. Lebih baik kamu melihat transaksi secara langsung di kasir.

2. Utamakan transaksi dengan PIN.

Utamakan melakukan transaksi menggunakan PIN daripada tanda tangan demi keamanan transaksimu karena PIN lebih bersifat pribadi. Khusus kartu kredit dan kartu debit, jagalah informasi rahasia seperti PIN, tiga digit nomor Card Verification Value (CVV)/ Card Verification Code (CVC), maupun tanggal kadaluarsa kartu yang tertera pada bagian belakang kartu.

3. Simpan dengan baik fisik uang elektronikmu.

Khusus penggunaan uang elektronik dengan berbasis chip, jaga dengan benar uang elektronik anda jangan sampai hilang. Kehilangan uang elektronik berarti anda kehilangan sejumlah uang yang berada dalam uang elektronik tersebut.

4. Isilah uang elektronikmu dengan dana secukupnya dan sesuai kebutuhan.

Mengisi uang elektronik dengan nominal yang berlebihan, memicu kamu menjadi pribadi yang lebih konsumtif, serta memiliki risiko lebih tinggi apabila kehilangan terjadi. Jika berbentuk sebuah kartu, berilah tanda khusus agar tidak tertukar dengan kartu milik orang lain. Bagi pengguna uang elektonik yang diregistrasi, jangan berikan data pribadi milikmu kepada orang lain untuk menghindari adanya penyalahgunaan,

Gunakan manfaatnya, perhatikan pula keamanannya. #SikapiUangmu dengan Bijak. Cerdas mengelola, masa depan sejahtera!

Rating

Senang
8%
Puas
8%
Menginspirasi
67%
Tidak Peduli
17%

Daftar Perusahaan Fintech Lending Yang Berizin dan Terdaftar di OJK per 24 Mei 2021

Selengkapnya >>

v