Kontak | Indonesia | English

Beranda > Investasi > Jenis Investasi > Saham > Wujudkan Mimpimu dengan Berinvestasi Saham

Share

WUJUDKAN MIMPIMU DENGAN BERINVESTASI SAHAM



Para “milenial zaman now” identik dengan slogan work hard, play hard. Semangat dan giat dalam berkerja serta “giat” pula dalam menghabiskan hasilnya. Misalnya dengan traveling yang sudah menjadi kegiatan lifestyle para milenial
atau mengaktualisasi diri melalui tren fashion terkini. Semuanya bisa buat hidup kamu semakin berwarna dan seru. Tapi...... coba deh kamu baca artikel dari kompas ini: (link)

Lima tahun lagi generasi milenial tidak bisa membeli rumah!!! Membeli rumah adalah salah satu contoh kebutuhan kita di masa depan lho! Coba kita introspeksi diri, apakah kita termasuk kedalam generasi milenial tersebut? Jika iya, jangan panik terlebih dahulu. Mulai sekarang ayo susun strategi untuk memenuhi kebutuhanmu di masa depan.

Selain kamu harus lebih giat dalam mencari uang dan menekan pengeluaran yang tidak perlu, Yuk, coba #MuterDuit kamu dengan berinvestasi saham. Investasi saham cocok untuk memenuhi kebutuhanmu jangka panjang.

Sebelum berinvestasi kamu harus buang stigma bahwa investasi saham itu untung – untungan, ribet dan mahal. Nggak kok, Sekarang dengan modal Rp100ribu atau setara dengan dua kali ngopi di kafe, kamu udah bisa ikut berinvestasi saham. Masih belum ngerti dan PeDe untuk investasi saham di pasar modal, coba deh ikutan sekolah pasar modal yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia yang pengajarnya profesional di bidangnya, gratis lho! Kamu bisa kunjungi situs: (link) untuk informasi lebih lanjut.

Saham sendiri adalah sebuah surat yang menunjukkan kepemilikan suatu perusahaan. Artinya jika kamu membeli saham suatu perusahaan, maka otomatis kamu akan punya bagian dari kepemilikan perusahaan tersebut. Bila perusahaan memiliki kinerja yang baik, kamu juga bisa dapat untung dari naiknya harga saham kamu (capital gain) atau jika perusahaan untung, kamu akan mendapatkan dividen yang dibayarkan tiap tahunnya sebagai bagian keuntungan dari perusahaan untuk pemegang saham. Sebagai ilustrasi pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun 2016 adalah 15,45% lebih tinggi dari kinerja depoisto yang hanya 7-8% pertahun.

Dalam investasi saham, investor dapat dibedakan dalam tiga kategori berikut, berdasarkan panjang waktu penyimpanan aset:

1. Trader, adalah para investor yang tidak menyimpan asetnya, biasanya dalam satu hari yang sama aset yang dibeli sudah dijual lagi. Hal ini membutuhkan keahlian mendalam dalam menganalisa saham yang hendak diperjualbelikan

2. Swing Investor, adalah para investor yang menyimpan asetnya hingga suatu waktu tertentu ketika target keuntungannya diperoleh.

3. Long term investor, adalah para investor yang menyimpan asetnya dalam jangka waktu yang panjang untuk memiiliki bagian dari perusahaan tersebut.

Ketika kamu memutuskan untuk membeli saham, pilihlah kategori investor yang sesuai dengan tujuan perencanaan keuanganmu, agar dapat memilih strategi investasi yang tepat.

Sebenarnya, karakter berinvestasi saham tidak beda jauh dengan investasi properti. Investasi saham bukan semata-mata spekulasi tanpa logika, karenanya kamu perlu melakukan dua jenis analisis yang terdiri dari:

1. Analisis Fundamental

Analisis yang bertujuan untuk memilih saham mana yang patut diinvestasikan, dengan mempelajari hal- hal yang berhubungan dengan kondisi keuangan suatu perusahaan.

2. Analisis Teknikal

Analisis yang bertujuan untuk mengetahui target harga dan kapan sebaiknya melakukan transaksi, dengan menggunakan data harga dan volume perdagangan di masa lalu untuk memprediksi pergerakan harga yang akan terjadi.

Nah, kedua jenis analisis di atas harus disesuaikan dengan tujuan kamu berinvestasi. Jika kamu ingin melakukan perdagangan cepat atau trading, maka kamu perlu melakukan analisis teknikal. Sedangkan, jika tujuanmu berinvestasi jangka panjang maka kamu perlu menekankan analisis fundamentalnya. Di era teknologi seperti sekarang, kamu bisa melakukan analisis tersebut dengan memperoleh informasi dari situs internet ataupun aplikasi saja.

Ketika memulai berinvestasi saham, ada baiknya kamu secara konsisten melakukan review terhadap kinerja saham dan perusahaan penerbit. Jika dalam suatu periode ditemukan bahwa kinerjanya melambat karena faktor eksternal, internal, atau ekonomi, maka sebaiknya kamu mempertimbangkan kembali kepemilikan saham tersebut dan mencari saham lain yang lebih baik kinerjanya. Untuk mengelola risiko dan keuntungan, dianjurkan pula bagimu untuk tidak fokus pada satu sektor industri saja, tetapi melakukan diversifikasi aset ke dalam beberapa sektor misalnya perbankan dan pertanian. Ayo tunggu apalagi? Mari #MuterDuit dengan berinvestasi saham dan #YoKePasarModal.

Kamu sudah bekerja, ingin menyiapkan dana untuk masa depan dan ingin belajar lebih lanjut soal berinvestasi di pasar modal? Download Buku Seri Literasi Keuangan Pasar Modal Segmen Professional di link berikut: (link).

Rating

Senang
35%
Puas
5%
Menginspirasi
50%
Tidak Peduli
10%