Kontak | Indonesia | English

Beranda > Keuanganku > Mengelola Keuanganku > Mengapa Diperlukan Perencanaan Keuangan > Ayo.. Be S.M.A.R.T dalam Merencanakan Keuangan Tahun Depan!

Share

AYO.. BE S.M.A.R.T DALAM MERENCANAKAN KEUANGAN TAHUN DEPAN!



If you fail to plan, you are planning to fail”

-Benjamin Franklin

 

Hai sobat Sikapi, tahun baru tinggal menunggu hari, nih...

Pasti kamu punya rencana dong apa yang akan kamu lakukan dan kamu capai tahun depan.

Sebelum kamu merencanakan apa yang akan kamu lakukan tahun depan ada baiknya kamu mengevaluasi apa yang telah kamu lakukan tahun ini.

Begitu juga dengan kondisi finansial kamu. Dengan memeriksa kondisi keuanganmu selama setahun ke belakang, kamu dapat merefleksikan kebiasaanmu dalam mengkonsumsi pendapatan dan juga merefleksi perilakumu terhadap mencapai tujuan keuangan. Tidak hanya itu, hal tersebut juga dapat membantu kamu untuk melakukan perbaikan perencanaan keuangan di tahun depan.

 

Bagaimana perilaku keuangan dalam setahun terakhir? Lakukan langkah-langkah di bawah ini untuk menganalisa:

1.    Pendapatan VS Pengeluaran

Catat jumlah seluruh pengeluaran lalu bagi dengan jumlah pemasukanmu selama setahun penuh. Pengeluaran yang dimaksud disini adalah pengeluaran untuk hal-hal konsumtif seperti transportasi, makanan, pakaian, gadget, rekreasi, dan lain sebagainya, tidak termasuk pengeluaran untuk membeli instrumen investasi seperti reksa dana, saham, atau properti.

 

Hitung total pengeluaran per total pemasukan dan jadikan dalam bentuk persen

 

Jika persentase pengeluaran tersebut masih besar (umumnya di atas 60%), berarti kamu masih memiliki perilaku konsumtif dalam setahun terakhir.

2.    Aset VS Utang

Buatlah neraca sederhana kondisi keuanganmu tahun ini. Lalu cek, apakah kewajibanmu (utang) lebih besar dari asetmu, kamu harus segera  membuat perencanaan keuangan yang ketat tahun depan guna mengejar porsi keuangan yang ideal

3.    Analisa kembali utangmu.

Jika digunakan untuk sesuatu yang produktif, berutang bisa memberikanmu lebih banyak pemasukan, misalnya untuk membeli aset (properti, transportasi, dan lain sebagainya). Cek hal-hal di bawah ini.

i)        Apakah nilai seluruh asetmu masih mampu menutupi seluruh utangmu? Jika belum, atur lebih baik lagi pengeluaranmu tahun depan.

ii)      Hitung jumlah sisa utangmu dan nilai bunga yang dibebankan kepadamu selama beberapa tahun ke depan. Jika bunga utangmu berjumlah terlampau besar, rencanakan untuk memperoleh sumber pendapatan tambahan di luar gaji bulanan.

4.    Check daftar rencana keuanganmu tahun ini.

Apakah seluruh rencana keuangan yang kamu susun di awal tahun sudah tercapai?

Jika masih ada yang belum tercapai, atau malah mayoritas dari perencanaan tersebut belum tercapai, berarti kamu belum berkomitmen dalam melaksanakan rencanamu.

 

Salah satu penyebab utama kegalalan mencapai tujuan keuangan adalah tidak merencanakannya dengan baik. Ayo, bangkit dan perbaiki kebiasaan konsumtifmu, dan terapkan tips di bawah ini:

1.    Selektif berbelanja.

Jadilah lebih bijak dalam menentukan pengeluaran. Berbelanja tanpa rencana, serta perilaku impulsif lainnya dalam rangka menghabiskan uangmu, menjadi salah satu faktor utama kegalalan dalam mencapai rencana keuangan. Selalu ingat untuk mendahulukan kebutuhan daripada keinginan. Masih ingat bedanya kan? Tidak terpenuhinya kebutuhan akan mengganggu aktivitas keseharianmu, sedangkan tidak terpenuhinya keinginan tidak mempengaruhi kelangsungan kegiatan prosuktifmu.

2.    Berhati-hati dalam berutang.

Utang adalah salah satu jenis pengeluaran yang sangat berdampak dalam kondisi keuanganmu, terutama utang konsumtif. Jika kamu merasa masih memiliki utang yang belum lunas, susun perencanaan pelunasan utangmu dengan baik. Jangan tunda untuk segera melunasinya jika ada uang tambahan. Jangan memelihara kebiasaan berutang dan jangan ciptakan utang yang baru terutama jika sisa utangmu masih banyak. Hal tersebut perlu kamu lakukan agar kondisi keuangan kamu membaik di tahun depan.

3.    Siapkan dana darurat.

Alokasikan sekitar 5% dari pendapatan bulananmu untuk dana darurat. Kita tidak pernah bisa menebak apa yang akan terjadi di masa depan. Dana darurat berguna untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tak terduga, misalnya: handphone-mu rusak dan dibutuhkan biaya Rp200.000,- untuk service. Dengan menggunakan dana darurat kamu tidak perlu khawatir tidak dapat mencapai perencanaan keuanganmu tahun depan.

4.    Be S.M.A.R.T.

Dalam mencapai tujuan ini, kamu dapat menerapkan rumus S.M.A.R.T, yaitu:

S: spesifik. Tetapkan tujuan secara jelas dan rinci agar lebih fokus.

M: measurable, tujuan keuanganmu harus terukur yang dinyatakan dengan satuan uang, satuan waktu dan lainnya.

A: achievable. Pastikan tujuan tersebut realistis, mungkin tercapai dengan kondisi keuangan dan perkiraan jumlah pendapatan di masa depan. Ini penting, untuk membuatmu berkomitmen dalam melaksanakannya!

R: relevant. Pastikan anggaran dibuat dengan tujuan yang masuk akal.

Ttime-related. Pastikan tujuanmu memiliki batas waktu yang nyata. Batas waktu tersebut dapat membantu meningkatkan komitmenmu dalam mencapai tujuan tersebut.


 

Saya ingin membeli motor baru tahun ini.

 

Pernyataan diatas adalah rencana keuangan yang tidak S.M.A.R.T.

 

Setelah membaca artikel ini, maka kamu akan menetapkan rencana:

Saya ingin membeli motor baru bulan Desember tahun ini untuk digunakan sebagai alat transportasi saya bekerja, dengan harga Rp. 12.000.000,-. Gaji saya setiap bulan adalah sebesar Rp.6.000.000,-, kemudian saya akan menyisihkan Rp.1.000.000,- per bulan untuk mewujudkan rencana keuangan saya tersebut.

 

So, be S.M.A.R.T ya sobat Sikapi...

 

Sudah siap kan menyambut kondisi keuangan tahun 2018 yang lebih baik? Sikapi uangmu dengan bijak. Cerdas mengelola, masa depan sejahtera!

 

Rating

Senang
39%
Puas
26%
Menginspirasi
29%
Tidak Peduli
6%