Kontak | Indonesia | English

Beranda > Tips Keuangan > Artikel Tips Keuangan > Mengenal Lebih Dekat Asuransi Syariah

Share

MENGENAL LEBIH DEKAT ASURANSI SYARIAH






Hai Sobat Sikapi, menyambung artikel minggu lalu mengenai https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/10443, minggu ini kita masih akan membahas mengenai keuangan syariah. Setelah kemarin kita sudah menambah ilmu mengenai perencanaan keuangan syariah, kali ini kita akan membahas mengenai produk keuangan syariah. Sama dengan produk keuangan konvensional, produk keuangan syariah juga sangat beragam. Sobat Sikapi tentu sudah sering mendengar mengenai tabungan syariah, deposito syariah, pembiayaan syariah, asuransi syariah, hingga saham dan reksa dana syariah. Dari ragam produk keuangan syariah tersebut, secara khusus kali ini kita akan membahas mengenai asuransi syariah. Bagi Sobat Sikapi yang tertarik untuk mengetahui lebih dalam mengenai asuransi syariah, yuk simak artikel berikut ya!

 

Asuransi syariah adalah sebuah usaha untuk saling melindungi dan saling tolong menolong di antara para pemegang polis (peserta), yang dilakukan melalui pengumpulan dan pengelolaan dana tabarru yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan prinsip syariah.

 

Asuransi syariah menggunakan prinsip sharing of risk, dimana risiko dari satu orang/pihak dibebankan kepada seluruh orang/pihak yang menjadi pemegang polis, sedangkan asuransi konvensional menggunakan sistem transfer of risk dimana risiko dari pemegang polis dialihkan kepada perusahaan asuransi. Dapat dikatakan bahwa peran perusahaan asuransi syariah adalah melakukan pengelolaan operasional dan investasi dari sejumlah dana yang diterima dari pemegang polis, berbeda dengan perusahaan asuransi konvensional yang bertindak sebagai penanggung risiko. Akad yang digunakan dalam asuransi syariah menggunakan prinsip tolong-menolong antara sesama pemegang polis dan perwakilan/kerja sama pemegang polis dengan perusahaan asuransi syariah, sedangkan akad yang digunakan oleh asuransi konvensional berdasarkan prinsip pertukaran (jual-beli).

 

Pada dasarnya, baik asuransi konvensional maupun asuransi syariah memiliki keunggulan atau kekurangan masing-masing sehingga pemilihan produk asuransi dikembalikan kepada konsumen sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Namun pada kesempatan kali ini yuk kita ketahui lebih lanjut mengenai keunggulan asuransi syariah:

 

1.      Pengelolaan dana menggunakan prinsip syariah Islami

Hal ini menjadi salah satu perbedaan yang cukup signifikan antara asuransi konvensional dan asuransi syariah dimana pengelolaan dana oleh perusahaan asuransi syariah harus memenuhi prinsip-prinsip syariah. Sebagai contoh, dana tersebut tidak dapat diinvestasikan pada saham dari emiten yang memiliki kegiatan usaha perdagangan/jasa yang dilarang menurut prinsip syariah, termasuk perjudian atau kegiatan produksi dan distribusi barang dan jasa haram berdasarkan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).

2.      Transparansi pengelolaan dana pemegang polis

Pengelolaan dana oleh perusahaan asuransi syariah dilakukan secara transparan, baik terkait penggunaan kontribusi dan surplus underwriting maupun pembagian hasil investasi. Pengelolaan dana tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan keuntungan bagi pemegang polis secara kolektif maupun secara individu.

3.      Pembagian keuntungan hasil investasi

Hasil investasi yang diperoleh dapat dibagi antara pemegang polis (peserta), baik secara kolektif dan/atau individu, dan perusahaan asuransi syariah, sesuai dengan akad yang digunakan. Hal ini berbeda dengan perusahaan asuransi konvensional yang hasil investasinya merupakan milik perusahaan asuransi, kecuali untuk produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi.

4.      Kepemilikan dana

Pada asuransi konvensional, seluruh premi yang masuk adalah menjadi hak milik perusahaan asuransi, kecuali premi pada produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi yang terdapat bagian dari premi yang dialokasikan untuk membentuk investasi/tabungan pemegang polis. Sedangkan di asuransi syariah, kontribusi (premi) tersebut sebagian menjadi milik perusahaan asuransi syariah sebagai pengelola dana dan sebagian lagi menjadi milik pemegang polis secara kolektif atau individual.

5.      Tidak berlaku sistem ‘dana hangus’

Dana kontribusi (premi) yang disetorkan sebagai tabarru’ dalam asuransi syariah tidak hangus meskipun tidak terjadi klaim selama masa perlindungan. Dana yang telah dibayarkan oleh pemegang polis tersebut akan tetap diakumulasikan di dalam dana tabarru’ yang merupakan milik pemegang polis (peserta) secara kolektif.

6.      Adanya alokasi dan distribusi surplus underwriting

Dalam sektor asuransi syariah, dikenal istilah surplus underwriting yaitu selisih lebih dari total kontribusi pemegang polis ke dalam dana tabarru' setelah ditambah recovery klaim dari reasuransi dikurangi pembayaran santunan/klaim, kontribusi reasuransi, dan penyisihan teknis, dalam satu periode tertentu. Pada asuransi konvensional, seluruh surplus underwriting ini menjadi milik perusahaan asuransi sepenuhnya namun dalam asuransi syariah surplus underwriting tersebut dapat dibagikan ke dana tabarru’, pemegang polis yang memenuhi kriteria, dan perusahaan asuransi sesuai dengan persentase yang ditetapkan di dalam polis.

            Untuk produk asuransi syariah, saat ini yang tersedia sangat beragam dan jenisnya hampir sama dengan yang biasa Sobat Sikapi temukan di asuransi konvensional. Secara umum, produk asuransi tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1.      Produk asuransi syariah yang memberikan manfaat berupa santunan atau penggantian jika terjadi musibah, misalnya meninggal dunia, sakit, kecelakaan, kerusakan dan/atau kehilangan harta benda.

2.      Produk asuransi yang memberikan manfaat asuransi berupa santunan jika peserta meninggal dunia dan manfaat berupa hasil investasi. Pada produk ini, sebagian kontribusi atau premi yang dibayarkan oleh peserta akan dialokasikan untuk dana tabarru' dan sebagian lainnya dialokasikan menjadi investasi peserta.

Nah Sobat Sikapi, demikian artikel minggu ini mengenai asuransi syariah. Setelah mengetahui lebih detail mengenai asuransi syariah tersebut, Sobat Sikapi tentunya semakin bisa menentukan produk asuransi yang akan digunakan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Yuk semakin cerdas dalam menentukan produk-produk keuangan yang akan digunakan. Sikapi uangmu dengan bijak, Cerdas mengelola, masa depan sejahtera. 
 





Rating

Senang
100%
Puas
0%
Menginspirasi
0%
Tidak Peduli
0%

Daftar Perusahaan Fintech Lending Yang Berizin dan Terdaftar di OJK per 19 Februari 2020

Selengkapnya >>

v

Tips Terpopuler

Mengenal Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
Baca selengkapnya >>
Ayo Bantu Pemerintah Menguatkan Nilai Tukar Rupiah Dengan Cara Sederhana Ini!
Baca selengkapnya >>
7 Fakta Reksa Dana Syariah
Baca selengkapnya >>
Apa Perbedaan Blacklist Nasional, BI Checking, dan Sistem Informasi Debitur?
Baca selengkapnya >>
Mengenal Program Pensiun, Perencanaan Kesejahteraan Hari Tua
Baca selengkapnya >>

Tips Terbaru

Panduan Memilih Karir Bagi Milenial
Baca selengkapnya >>
From This to This “Tabungan Meningkat Selama WFH”
Baca selengkapnya >>
Utamakan Kebutuhan, Tunda Keinginan di Masa Pandemi Covid-19
Baca selengkapnya >>
Angpau Lebaran, Si Rezeki Nomplok Dadakan
Baca selengkapnya >>
Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Dana Darurat
Baca selengkapnya >>