Kontak | Indonesia | English | Masuk

Beranda > Keuanganku > Mengelola Keuanganku > Cara Merencanakan Keuangan > Mungkinkah Milenial bisa Beli Rumah di Usia 25 Tahun?

Share

MUNGKINKAH MILENIAL BISA BELI RUMAH DI USIA 25 TAHUN?



Mungkinkah Milenial bisa Beli Rumah di Usia 25 Tahun?

Halo Sobat Sikapi, rumah menjadi salah satu kebutuhan dasar bagi manusia. Rumah saat ini tidak hanya menjadi tempat tinggal, tapi juga menjadi aset investasi bagi beberapa orang. Rumah dianggap sebagai aset investasi karena harganya yang selalu naik. Sayangnya, generasi milenial dianggap kesulitan dalam membeli hunian pertama mereka, baik itu apartemen maupun rumah tapak. Milenial dianggap masih belum melihat pentingnya berinvestasi khususnya di sektor properti.

Biaya hidup yang besar tidak seimbang dengan penghasilan yang didapatkan membuat milenial merasa membeli rumah adalah hal yang sulit. Terlebih kenaikan harga rumah lebih cepat dibandingkan dengan peningkatan gaji. Oleh karena itu, kali ini kita akan membahas bagaimana cara agar Sobat Sikapi dapat memiliki rumah di usia 25 tahun.

Memiliki properti menurut kebanyakan milenial bukan merupakan kebutuhan utama. Mereka lebih menekankan pada pemenuhan gaya hidup seperti pakaian, makanan dan minuman, traveling, dan hobi. Rumah berada di urutan terakhir dan bukan suatu hal penting atau mendesak untuk diwujudkan. Prioritas mereka adalah menikmati hidup dan traveling untuk mendapatkan pengalaman baru.

Walaupun hidup memang cuma sekali, persiapan harus dimulai sedini mungkin agar dapat hidup nyaman di masa mendatang. Sobat Sikapi pasti tidak mau kan sampai umur 40 tahun, sudah berkeluarga tapi masih tinggal bersama orangtua?

Sobat Sikapi, rumah dan apartemen juga dapat dijadikan sebagai investasi lho! Namun investasi ini tidak dapat diubah menjadi uang cash setiap saat. Dibutuhkan waktu agar sebuah properti menjadi aset investasi yang berharga dengan mempertimbangkan lokasi dan harga pasar. Namun, properti termasuk salah satu investasi yang relatif aman disebabkan kenaikan harga yang cenderung stabil. Properti dengan harga Rp 400 juta yang dibeli pada tahun 2016 pada umumnya saat ini harganya bisa mencapai Rp600 juta, naik sekitar 50% dalam waktu dua tahun!

Generasi muda sekarang dan mungkin sebagian dari kalian pesimis memiliki rumah sendiri karena tingginya harga rumah, mahalnya bunga KPR, dan sulitnya mencari pekerjaan dengan penghasilan yang layak. Bagi milenial, harga beli rumah memang menjadi kendala, tidak terkecuali uang muka (down payment, DP). Untuk pendanaan pembelian hunian (rumah atau apartemen), milenial dapat memanfaatkan skema pembiayaan seperti Kredit Pemilikan Rumah/Apartemen (KPR/KPA) yang disediakan oleh Bank. Jika Sobat Sikapi memilih KPR/KPA sebagai pilihan pendanaan pembelian hunian pertama, kalian dapat meringankan pembayaran dengan memperbesar uang muka yang disetorkan sehingga bunga kredit yang dikenakan menjadi kecil. Sobat Sikapi perlu menyiapkan uang muka setidaknya 30 persen.

Simak artikel berikut untuk mengetahui tips memilih KPR https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/10415

 

4 Alasan agar Sobat Sikapi Tidak Menunda Rencana Membeli Rumah

1. Harga naik terus

Alasan pertama untuk membeli rumah sedini mungkin adalah harga rumah yang memiliki kemungkinan untuk naik secara signifikan setiap tahun. Kondisi ini biasanya didukung oleh lokasi yang potensial. Semakin lama Sobat Sikapi menunda untuk membeli rumah, semakin sulit Sobat Sikapi menjangkau harga rumah dan semakin besar juga dana yang harus disiapkan.

2. Usia terus bertambah

Semakin lama Sobat Sikapi menunda rencana membeli rumah, semakin sedikit waktu yang kalian miliki untuk mengumpulkan dana. Selain itu jika Sobat Sikapi memutuskan mengajukan KPR/KPA, semakin kecil kemungkinan pinjaman kalian diterima karena batas usia pelunasan kredit biasanya adalah 55 tahun. Menunda pembelian rumah tidak akan membantu meningkatkan kemampuan membeli, karena walaupun penghasilan Sobat Sikapi meningkat tetapi harga rumah juga meningkat juga.

3. Lahan perumahan semakin sedikit

Tingginya permintaan akan tempat tinggal membuat para developer semakin agresif mengembangkan properti. Semakin lama Sobat Sikapi menunda, semakin sulit kalian menemukan lahan perumahan dengan lokasi strategis dengan harga yang terjangkau.

Namun, sebelum memutuskan untuk membeli rumah, Sobat Sikapi perlu untuk berpikir ulang apakah benar-benar membutuhkan rumah? Untuk menentukan tujuan pembelian rumah tersebut.

Hunting rumah sebanyak mungkin, jangan berhenti di 2-3 pilihan. Sobat Sikapi juga jangan hanya mencari perumahan baru, perlu juga untuk melihat rumah bekas/second, serta bisa juga mencari rumah yang gagal kredit atau cicilannya macet. Tidak kalah penting juga, Sobat Sikapi juga perlu untuk memerika perihal status legalitasnya, mulai dari Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Sertifikat Hak Milik (SHM), dan lain-lain.

Lokasi menjadi salah satu poin penting yang harus Sobat Sikapi pertimbangkan dengan matang. Kalian wajib mengetahui lokasi tersebut strategis atau tidak. Jangan sekedar melihat iklan untuk menentukan lokasi strategis atau tidak, tapi dibutuhkan observasi mendalam untuk bisa mendapatkan keuntungan maksimal di kemudian hari.

Selain pertimbangan-pertimbangan di atas, Sobat Sikapi juga perlu melihat semua kemungkinan. Ingin rumah yang tanahnya luas tapi bangunannya kecil atau bangunan luas dengan tanah kecil, rumah dengan lokasi di pinggir kota atau tengah kota. Mungkin sebagian dari kalian ada yang membeli kavling tanah lalu membangun rumah sendiri, mungkin ada juga yang membeli rumah second lalu merenovasi sendiri. Pilihan-pilihan tersebut akan menghasilkan hasil yang berbeda.

Memiliki rumah di usia muda merupakan impian banyak orang. Lalu, bagaimana langkah-langkah yang bisa Sobat Sikapi sebagai milenial lakukan untuk bisa memiliki rumah di umur 25 tahun?

1. Tentukan Budget Rumah yang Ingin Dibeli

Hal pertama kali yang bisa Sobat Sikapi lakukan yaitu menentukan harga rumah yang kalian inginkan. Tentukan target yang masuk akal dan sesuai dengan penghasilan kalian saat ini dan kemungkinan peningkatan penghasilan beberapa tahun ke depan. Kalian bisa survei lokasi yang kira-kira masuk ke budget tersebut. Agar meringankan, coba cari lokasi yang menawarkan harga rumah terjangkau. Misalnya di daerah pinggiran Jakarta seperti Depok, Tanggerang, atau Bekasi.

Daerah Depok yang dekat dengan Stasiun Kereta Citayam masih menawarkan harga rumah di sekitar angka Rp 350 juta-an. Jika target kalian adalah lima tahun lagi, tentu terdapat kenaikan harga di tahun mendatang. Kenaikan harga rumah biasanya berkisar di 7% per tahun. Untuk dapat membeli rumah tersebut. Dana yang harus kalian miliki lima tahun ke depan adalah Rp490 juta.

2. Menabung Uang Muka dengan Disiplin dan Cerdas

Kesulitan utama milenial dalam membeli rumah adalah tidak memiliki dana untuk membayar uang muka yang merupakan prasyarat KPR. Karena itu, mau tidak mau, uang muka harus dikumpulkan jika ingin punya rumah. Bagaimana cara mengumpulkan DP?

Langkah paling awal adalah menabung dari penghasilan. Namun, tidak sedikit yang tidak bisa mengelola keuangannya dengan baik, sehingga sulit mengumpulkan uang muka. Cara paling efektif adalah dengan menetapkan jumlah tabungan yang akan Sobat Sikapi simpan setiap bulannya, minimal sebesar 30% dari penghasilan bulanan. Pisahkan uang tersebut pada rekening khusus dan selalu utamakan menabung setiap kali gaji baru diterima. Jangan menunda menabung sampai akhir bulan, namun saat gaji diterima, langsung disisihkan untuk uang muka.

Untuk membantu, Sobat Sikapi bisa memanfaatkan fitur reksa dana auto-invest yang secara otomatis memotong rekening dalam jumlah dan waktu tertentu setiap bulan agar diinvestasikan di instrumen reksa dana yang dipilih. Dengan membuat prosesnya otomatis, Sobat Sikapi akan menabung secara reguler dengan sendirinya. Jika dibandingkan menabung di tabungan, secara umum reksa dana menyediakan instrumen yang memberikan return lebih tinggi dengan tingkat keamanan yang baik.

3. Mencari Penghasilan Tambahan

Mencari pekerjaan sampingan adalah salah satu solusi yang bisa Sobat Sikapi lakukan jika pekerjaan utama kalian memberikan penghasilan yang pas-pasan. Sulit bagi kalian untuk mengumpulkan uang muka rumah jika hanya mengandalkan gaji utama yang jumlahnya habis untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Cari sebuah pekerjaan sampingan yang dapat kalian lakukan tanpa menggangu pekerjaan utama. Sobat Sikapi dapat mengerjakan pekerjaan sampingan ini setelah pulang kerja atau di akhir pekan. Contoh pilihan pekerjaan yang dapat kalian lakukan adalah menjadi freelancer. Perkembangan teknologi telah memungkinkan kalian untuk dapat mengakses pekerjaan secara online, yang dapat kalian manfaatkan untuk memperoleh penghasilan tambahan sesuai dengan keahlian yang kalian miliki.

4. Mulai Berinvestasi

Menyimpan uang dan membiarkannya mengendap di tabungan dalam jangka waktu yang lama bukanlah sebuah pilihan yang bijak untuk dilakukan. Mulailah mencoba untuk melipat gandakan uang kalian dengan berinvestasi. Kalian dapat memulai dengan ikut menanam modal di usaha yang dikelola teman atau keluarga. Selain itu, Sobat Sikapi juga dapat menginvestasikan uang dalam bentuk investasi yang lebih aman, seperti emas, deposito, dan reksadana.

5. Menghemat Biaya Hidup

     Untuk dapat mengumpukan dana uang muka pembelian rumah, Sobat Sikapi harus mengelola keuangan dengan seimbang, pengeluaran tidak lebih besar dari pendapatan dengan cara menekan pengeluaran. Pengeluaran yang paling mudah ditekan adalah dengan kurangi makan di restoran atau kafe. Sobat Sikapi dapat membawa bekal. Ketika kalian memasak di rumah kalian bisa dengan hati-hati memilih bahan makanan. Jangan membeli sesuatu yang mendadak di luar pos pengeluaran bulanan kalian, apalagi hal tersebut tidak bersifat “wajib”. Pertimbangkanlah untuk membeli barang bekas pakai/second yang menawarkan harga terjangkau. Selain itu, biaya transportasi juga menjadi salah satu pos pengeluaran terbesar. Catat pengeluaran dan evaluasi secara berkala agar mencapai target yang telah kalian tentukan.

     Jika Sobat Sikapi sudah melakukan kelima hal di atas, saatnya kalian menargetkan waktu untuk mengumpulkan uang muka. Sekarang kita akan menghitung dana yang kalian perlukan untuk bisa memiliki hunian melalui skema cicilan KPR/KPA. Misal kita ingin membeli apartemen dengan harga Rp 350 juta di daerah Bekasi atau Karawang. Umumnya, DP rumah/apartemen untuk KPR/KPA adalah 30% dari total harga rumah. Jadi kalian perlu menyiapkan dana sekitar Rp105 juta. Jika kita perinci, Rp105 juta dibagi 10 tahun akan menghasilkan Rp10.5 juta per tahun, Rp 875 ribu per bulan, Rp 30 ribu per hari. Jika Sobat Sikapi mulai menabung Rp 30 ribu setiap hari secara rutin selama 10 tahun mulai dari umur 15, maka saat kalian memasuki usia 25 tahun kalian sudah memiliki uang muka untuk membeli apartemen. Rumus ini juga dapat diterapkan para orang tua generasi X yang memiliki anak milenial berusia 15 tahun dari sekarang.

Perhitungan lebih detailnya seperti di bawah ini, dengan mengasumsikan peningkatan gaji sebesar 30% per tiga tahun dan tidak ada return signifikan dalam tabungan. Jika kalian menabung 30% dari penghasilan kalian setiap bulan secara disiplin, kurang lebih Rp50 – 70 ribu setiap harinya, maka kalian akan mendapatkan dana sekitar Rp 137 juta pada usia 24 tahun yang bisa dimanfaatkan sebagai uang muka pembelian rumah. Dengan cara ini, kalian sudah bisa memiliki rumah saat berusia 25 tahun. Untuk sisa pembayaran rumah (70% sisa total harga), kalian bisa melunasi dengan mencicil dari gaji yang umumnya naik 10% setiap tahunnya.

Usia 21 tahun

x12 bulan

x36 bulan

Usia 24 tahun

x12 bulan

x36 bulan

Penghasilan

                                  5,500,000 

     66,000,000 

    198,000,000 

                              7,150,000 

     85,800,000 

        257,400,000 

Beramal (10%)

                                     550,000 

       6,600,000 

       19,800,000 

                                 715,000 

       8,580,000 

           25,740,000 

Menabung (30%)

                                  1,650,000 

     19,800,000 

       59,400,000 

                              2,145,000 

     25,740,000 

           77,220,000 

Hutang (20%)

                                  1,100,000 

     13,200,000 

       39,600,000 

                              1,430,000 

     17,160,000 

           51,480,000 

Konsumsi (40%)

                                  2,200,000 

     26,400,000 

       79,200,000 

                              2,860,000 

     34,320,000 

        102,960,000 


 

Sobat Sikapi, menunda membeli rumah hanya akan memperberat dana yang perlu kalian kumpulkan jika kalian tidak berinvestasi pada instrumen yang membelikan return lebih tinggi daripada kenaikan harga rumah. Usia produktif saat ini menjadi saat yang tepat untuk kalian menabung dana membeli rumah. Rumah yang kalian beli juga dapat menjadi sumber pendapatan “berkelanjutan” dengan cara disewakan untuk dijadikan sebagai kos-kosan, penginapan, atau bahkan kantor suatu perusahaan.



Sumber:

1. http://www.duwitmu.com/kpr/5-tips-memiliki-rumah-bagi-generasi-millennial/

2. https://economy.okezone.com/read/2018/04/29/470/1892600/tantangan-generasi-milenial-untuk-punya-rumah

3. https://www.hsbc.co.id/1/PA_esf-ca-app-content/content/indonesia/personal/hsbc-advance/promo/menuju_mapan/4-alasan-mengapa-jangan-menunda-investasi-rumah.html

4. https://www.cermati.com/artikel/8-strategi-miliki-rumah-sebelum-usia-30-tahun

5. https://www.moneysmart.id/7-strategi-punya-rumah-impian-sebelum-usia-30/

Rating

Senang
94%
Puas
2%
Menginspirasi
3%
Tidak Peduli
1%