Kontak | Indonesia | English | Masuk
  • Menu
  • KEUANGANKU ▾
  • SIMPANAN ▾
  • INVESTASI ▾
  • PINJAMAN ▾
  • PROTEKSI ▾
  • MATERI & ALAT ▾
  • KEGIATAN ▾
  • BERITA
  • DATA LINK

Beranda > Investasi > Jenis Investasi > Surat Utang Negara > Investasi Untuk Negara? SBR-005 Aja

Share

INVESTASI UNTUK NEGARA? SBR-005 AJA





Halo Sobat Sikapi, tahun 2019 ini sudah berjalan selama 12 hari. Kira-kira perubahan atau kemajuan apa yang sudah kamu kerjakan khususnya untuk keuanganmu? Nah, kali ini Sikapi punya kabar gembira bagi kamu yang ingin memulai berinvestasi dengan risiko yang rendah tetapi tetap aman. Di awal tahun ini, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Keuangan telah mengeluarkan Surat Utang Negara (SUN) seri 005 atau 
Saving Bond Ritel (SBR) 005.

Sebenarnya apa sih Surat Utang Negara itu? Surat Utang Negara (SUN) merupakan surat pengakuan utang yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh negara sesuai masa berlakunya. SUN digunakan oleh pemerintah untuk membiayai kebutuhan anggaran pemerintah seperti untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Penjelasan lebih lanjut mengenai SBR dapat kamu baca di https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Category/67 .

Mengapa Pemerintah berutang? Sobat Sikapi tentu bertanya-tanya mengapa Pemerintah perlu berutang dari masyarakat. Hal ini dilakukan Pemerintah untuk membiayai kebutuhan anggaran yang digunakan untuk membangun infrastruktur negara agar pembangunannya dapat berjalan lebih cepat dan maksimal. Dengan berinvestasi di SBR, Sobat Sikapi secara tidak langsung berpartisipasi dalam pembangunan yang manfaatnya juga dirasakan oleh Sobat Sikapi sendiri.

Sebelum membeli SBR-005 ada beberapa istilah terkait yang sebaiknya kamu pahami:

  1. Kupon/bunga

    Kupon atau bunga adalah imbalan yang diberikan kepada pembeli atau investor SBR. Kupon ini dihitung dalam persentase terhadap jumlah pokok utang dan waktu setahun. Namun, pembayarannya bisa dilakukan secara tiga bulan sekali atau secara diskonto.

  2. Jatuh Tempo

    Yaitu masa berlaku SBR. Pemerintah akan mengembalikan dana pokok investor setelah masanya habis atau sudah jatuh tempo.

Sobat Sikapi, SBR-005 sudah dibuka masa penawarannya sejak 10 sampai 24 Januari 2019 ini. SBR-005 hanya ditawarkan kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia (WNI). Berinvestasi di SBR-005 sangat mudah dan menguntungkan.
Pertama, dana minimal pemesanan SBR-005 sangat terjangkau yaitu sebesar Rp 1 juta dan maksimum pemesanan Rp 3 miliar.
Kedua, kupon mengambang dengan kupon minimal (floating with floor) sebesar 8,15% dan mengacu pada BI 7 Day Reverse Repo Rate. Ini berarti tingkat kupon pertama yang ditetapkan akan menjadi kupon minimal yang berlaku sampai dengan jatuh tempo pada tanggal 10 Januari 2021 (2 tahun).
Ketiga, SBR-005 memiliki fasilitas Early Redemption. SBR-005 memang tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, tetapi dengan fasilitas ini memungkinkan investor melakukan pembelian dan pengajuan pelunasan sebelum jatuh tempo tanpa dikenakan redemption cost oleh Pemerintah.
Keempat, berinvestasi di SBR-005 sangat aman selain karena risiko gagal bayarnya sangat kecil, kupon dan pokok dijamin oleh Undang-Undang (UU) No.24 tahun 2002 tentang Surat Utang Negara; dan UU tentang APBN.
Kelima, Pemerintah selalu berusaha mengelola pembiayaan dengan hati-hati (prudent) dan memastikan bahwa setiap pembiayaan digunakan untuk kegiatan produktif. Seluruh dana yang diterima melalui penerbitan SBR-005 juga akan digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan Pemerintah yang produktif.

Bagaimana Sobat, apakah kamu tertarik berinvestasi di SBR-005? Nah, berikut yang harus Sobat persiapkan apabila ingin ikut berinvestasi di SBR:

  1. KTP;
  2. NPWP;
  3. Dana yang dibutuhkan;
  4. Mengisi formulir di agen penjualnya atau yang disebut Mitra Distribusi (MiDis).

Apabila seluruhnya sudah dipersiapkan, langkah selanjutnya adalah berikut: 

1. Registrasi/pendaftaran melalui mitra distribusi terdaftar

Proses pendaftaran Calon Investor melalui Sistem Elektronik yang disediakan oleh mitra distribusi, dengan menginput data-data antara lain, data diri, nomor SID (Single Investor Identification), nomor Rekening Dana dan nomor Rekening Surat Berharga. Bagi Calon Investor yang belum memiliki nomor SID, rekening dana, dan/atau rekening surat berharga, dapat menghubungi MiDis.

  1. Pemesanan
    Setelah registrasi berhasil, calon investor melakukan pemesanan SBR-005 dengan sebelumnya membaca ketentuan dalam Memorandum Informasi. Pemesanan hanya dapat dilakukan pada saat masa penawaran SBR005 yaitu pada tanggal 10 – 24 Januari 2019.

  2. Pembayaran
    Setelah pemesanan diverifikasi 
    (verified order), calon investor mendapatkan kode pembayaran (billing code) melalui email/sms sesuai kebijakan masing-masing mitra distribusi. Kode pembayaran digunakan untuk penyetoran dana investasi melalui Bank Persepsi (teller, ATM, internet banking, mobile banking) dalam batas waktu yang ditentukan.

  3. Konfirmasi/Setelmen
    Setelah pembayaran, calon investor akan memperoleh NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan notifikasi 
    completed order serta akan memperoleh alokasi SBR-005 pada tanggal setelmen/penerbitan 30 Januari 2019.


Berinvestasi pada instrumen Pemerintah kini semakin mudah dengan adanya e-SBN. Melalui e-SBN, anda dapat melakukan pembelian SBR-005 dimana saja, kapan saja secara online selama masa penawaran. Hal tersebut adalah bentuk komitmen Pemerintah untuk mempermudah akses masyarakat berinvestasi di SUN ritel, memperluas basis investor dalam negeri dengan menyediakan alternatif investasi dan mendukung terwujudnya keuangan inklusif serta memenuhi sebagian pembiayaan APBN 2019.

Dengan mengusung tagline “Aku Pun Bisa Investasi”, Pemerintah memberikan kesempatan kepada setiap WNI untuk dapat berinvestasi pada SBR-005 dan sekaligus berpartisipasi dalam pembangunan nasional khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Sobat Sikapi, pada penawaran ini Pemerintah memberi kuota maksimal pemesanan sebesar Rp 5 triliun dan masa penawarannya akan berakhir pada tanggal 24 Januari 2019. Di tahun 2019, pemerintah menjadwalkan penerbitan obligasi ritel sebanyak Rp 60 triliun. Penerbitan itu akan dilakukan melalui 10 kali penawaran yang terdiri dari 4 kali SBR, 4 kali ST (sukuk tabungan), satu kali obligasi negara ritel (ORI), dan satu kali penerbitan sukuk ritel (SR).

Yuk segera berpartisipasi dalam membangun negeri dengan berinvestasi di SBR-005 dan rasakan manfaatnya di kemudian hari! Informasi lebih lanjut mengenai SBR-005 bisa diakses di laman https://www.kemenkeu.go.id/sbr



Sumber:
https://www.kemenkeu.go.id/sbr
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190110122309-532-359850/lempar-sbr- 005-pemerintah-cuma-beri-jatah-rp5-triliun
https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/sbr-005-investasi-mudah-mulai-1-juta/

Rating

Senang
43%
Puas
14%
Menginspirasi
14%
Tidak Peduli
29%

Daftar Perusahaan Fintech Lending Yang Berizin dan Terdaftar di OJK per 5 November 2020

Selengkapnya >>

v