Kontak | Indonesia | English

Beranda > Keuanganku > Mengelola Keuanganku > Apa Itu Rencana Keuangan? > Sudah Mulai Merencanakan Pernikahan? Bicarakan Keuangan dengan Pasangan Wajib Hukumnya!

Share

SUDAH MULAI MERENCANAKAN PERNIKAHAN? BICARAKAN KEUANGAN DENGAN PASANGAN WAJIB HUKUMNYA!




 

Sobat Sikapi pasti sudah tahu kalau bulan Februari identik dengan bulan penuh cinta. Apa nih yang kamu lalukan bersama pasangan untuk merayakan valentine? Memberi hadiah? Coklat? Bunga? Makan malam romantis? Atau jalan-jalan ke tempat favorit? Love is in the air. Apakah kamu dan pasangan sudah memikirkan untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan? Bagi Sobat yang sudah memasuki usia kepala dua dan memiliki pasangan mungkin sudah kepikiran atau terlintas hal tersebut. Masa- masa pernikahan terlihat sangat indah saat semuanya dilalui bersama pasangan tercinta.

Tapi... ada satu hal yang perlu dibicarakan agar pernikahan kamu dan pasangan tetap berjalan bahagia seperti cita-cita di awal saat mengikat janji. Kalian harus membicarakan tentang finansial atau keuangan. Bagi kebanyakan orang / pasangan ini adalah topik yang sensitif dan pribadi, namun topik ini sangat penting untuk dibicarakan agar kehidupan rumah tangga bisa berjalan lancar. Pasti kamu sudah sering dengar kan berbagai masalah yang timbul karena “uang”? Lebih baik mencegah sebelum hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi. Nah, berikut beberapa tips keuangan yang bisa dilakukan Sobat Sikapi dan pasangan yang ingin menikah.

a.  Bersikap Transparan dan Jujur dengan Pasangan

Ini adalah kunci utama, ketika sepasang kekasih memutuskan untuk menikah maka keduanya telah sepakat akan selalu bersikap transparan dalam segala hal, termasuk urusan keuangan. Ceritakan yang sebenar-benarnya tentang kondisi keuangan masing-masing, penghasilan, pengeluaran, hingga utang. Apabila kalian memiliki utang, lebih baik diselesaikan dahulu secara pribadi agar tidak membebani pasangan dan menjadi pemicu masalah kedepannya. Jangan sungkan untuk saling bertanya dan berdiskusi bila merasa ada yang masih perlu dijelaskan karena kalian akan menjalani kehidupan rumah tangga ini berdua. 

b.  Menentukan Tujuan Bersama

Tiap manusia tentu punya kebiasaan dan sifat yang berbeda-beda, begitupun Sobat dan pasangan. Betapa pun kalian merasa klik dan jodoh tapi sedikit banyak pasti punya perbedaan dalam menyikapi uang, bagaimana memakai dan mengelola uang tersebut. Itulah mengapa penting untuk berkomunikasi dengan transparan di awal. Setelah mengetahui kebiasaan masing-masing kalian bisa mulai menentukan tujuan bersama yang ingin dicapai setelah menikah nanti misalnya, ingin memiliki rumah di daerah mana, punya anak berapa, ingin disekolahkan dimana dan masih banyak lagi. Bila sudah menentukan tujuan kalian bisa mulai menyiapkan anggaran dana sesegera mungkin dan jangan ditunda-tunda, ya!

c.  Pembagian Tugas Keuangan

Setelah menikah ataupun sebelum menikah, Sobat dan pasangan harus membicarakan mengenai pengaturan kas keluarga, mulai dari siapa yang bertanggung jawab mengatur atau mencatat keluar masuk kas, apakah perlu membuat tabungan bersama, dan hal-hal lain. Membuat anggaran untuk kebutuhan rumah tangga penting agar keuangan lebih terkontrol. Kalian bisa menggunakan aplikasi Sikapi Uangmu untuk membantu mencatat anggaran dan keluar masuk kas, lho! Sobat Sikapi bisa mengunduh aplikasinya di Play Store bagi pengguna Android maupun Apple Store bagi pengguna iPhone. Penggunaannya sangat mudah dan bisa kamu bawa kemana saja jadi Sobat bisa langsung mencatat pengeluaran atau pemasukan saat itu juga.

d.  Perjanjian Pranikah

Perjanjian pranikah juga sering disebut perjanjian pisah harta karena dengan adanya perjanjian ini maka harta dan utang yang didapat selama masa pernikahan adalah milik masing-masing. Jika tidak ada perjanjian pranikah, maka harta dan utang yang didapat selama masa pernikahan adalah milik bersama. Perjanjian pranikah seringkali dianggap sebelah mata bahkan dianggap miring. Buatlah perjanjian pranikah bersama pasangan bila dirasa perlu karena perjanjian pranikah ini bisa melindungi hak kedua belah pihak apabila ada hal-hal tidak diinginkan terjadi selama masa pernikahan.

e.  Antisipasi Risiko

Saat masih single saja kita sudah dianjurkan untuk memiliki perlindungan/asuransi akan diri kita sendiri apalagi setelah menikah. Asuransi jiwa cocok untuk Sobat yang sudah punya risiko finansial (tanggungan) seperti anak dan orang tua yang sudah pensiun. Asuransi kesehatan juga tak kalah penting, nggak mau kan uang yang selama ini kita kumpulkan tiba-tiba harus lenyap digunakan untuk biaya pengobatan. Perlindungan ini dibutuhkan agar kita selalu siap apabila hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

f.   Merencakan Pesta Pernikahan

Di era Instagram ini, setiap pasangan selain ingin melaksanakan pesta pernikahan yang berkesan tapi juga berlomba-lomba agar pesta pernikahannya tersebut instagrammable. Kamu termasuk nggak nih, Sobat? Pesta pernikahan yang instagrammable ini biasanya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Untuk itu penting menyiapkan dana ini jauh hari sebelumnyabahkan ketika masih jomlo. Mulailah persiapkan dana menikah sehingga saat calonnya sudah ada dana juga sudah tersedia. Jadi jomlo mapan itu lebih menarik lho, Sobat. Kamu juga bisa melakukan hal yang tidak biasa dengan mempersiapkan pernikahan sekreatif mungkin dengan budget yang tidak terlalu besar. Ingat ya Sobat, langsungkan pesta pernikahan semampunya dan jangan sampai memberatkan kamu dan pasangan bahkan keluarga karena menikah adalah untuk bahagia dan kehidupan rumah tangga yang sebenarnya baru dimulai setelah pesta pernikahan selesai.

 

Sumber:

https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/3519580/true-story-menikah-di-era-instagram-bisa-berujung-dikejar-hutang
https://finance.detik.com/perencanaan-keuangan/d-3923466/jangan-menikah-sebelum-bicarakan-dulu-soal-keuangan-dengan-pasangan
https://www.halomoney.co.id/blog/7-tips-keuangan-jitu-jody-jakfm-untuk-menjamin-pernikahan-yang-bahagia

https://kreditgogo.com/artikel/Tips-Keuangan/Cara-Mengatur-Keuangan-Sebelum-dan-Sesudah-Menikah.html

Rating

Senang
0%
Puas
0%
Menginspirasi
0%
Tidak Peduli
0%