Kontak | Indonesia | English

Beranda > Simpanan > Jenis Simpanan > Tabungan > Tunaikan Ibadahnya, Jadikan Idul Adha Makin Berkesan

Share

TUNAIKAN IBADAHNYA, JADIKAN IDUL ADHA MAKIN BERKESAN



Idul Adha tinggal beberapa hari lagi, apa yang biasa Sobat lakukan agar Idul Adha menjadi berkesan? Macam-macam jawabannya tapi yang pasti Idul Adha identik dengan berkurban dan ibadah haji. Bagi Sobat Sikapi yang memiliki kemampuan, dianjurkan untuk melaksanakan kedua ibadah tersebut. Kalau tahun ini Sobat Sikapi belum berkesempatan melaksanakan keduanya atau salah satunya, Sobat bisa mempersiapkannya mulai dari sekarang untuk ditunaikan pada masa depan.

Mungkin kita ngga siap kalau harus mengeluarkan uang dalam jumlah banyak, apalagi biaya ibadah haji tidak sedikit dan harga hewan kurban ikut naik setiap mendekati Idul Adha karena tingginya permintaan. Maka langkah yang paling tepat adalah jika Sobat Sikapi sudah mempersiapkannya dari jauh-jauh hari. Selain menabung di celengan atau secara konvensional, kini ada tabungan khusus rencana haji dan kurban. Kedua tabungan ini menggunakan prinsip-prinsip dan akad syariah yang bisa Sobat temui di Bank Umum Syariah (BUS) atau bank konvensional yang memiliki Unit Usaha Syariah (UUS). Yuk, kenalan.

 

Tabungan Kurban

Dalam hadistnya, Rasulullah SAW bersabda:

Barangsiapa yang memperoleh suatu kelapangan, tetapi dia tidak berkurban, janganlah ia menghampiri tempat shalat kami.

(HR.Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah)

Berkurban merupakan sunnah muakkad, atau sunnah yang dikuatkan bagi yang memiliki kemampuan. Berkurban selain melaksanakan perintah Allah SWT dan menjadi ladang pahala bagi yang berkurban, juga dapat meningkatkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat. Mungkin banyak tetangga disekitar Sobat atau di daerah lain yang jarang sekali makan daging karena harganya yang cukup menguras kantong, momen berkurban ini merupakan kesempatan untuk berbagi pada sesama.

Mengikuti perkembangan zaman yang mana semuanya serba cepat dan instan, kini Sobat bisa mempersiapkan dana untuk membeli hewan kurban sejak jauh-jauh hari.

Di tabungan kurban Sobat menentukan dahulu jenis hewan apa yang nantinya akan dikurbankan, bisa kambing, sapi, kerbau, atau unta. Sebagai pertimbangan, harga kambing saat ini (berat ³25 kg) kurang lebih Rp2.300.000 dan untuk sapi (berat ³220kg) kurang lebih Rp 12.000.000. Setelah memilih hewan yang akan dikurbankan kemudian pilih jangka waktu menabung. Semakin lama dan semakin besar setoran awalnya maka setoran bulanannya bisa semakin ringan.

Untuk memiliki tabungan kurban Sobat hanya perlu menyiapkan identitas diri (KTP/SIM/Paspor dan NPWP), mengisi formulir pendaftaran, dan siapkan dana untuk setoran awal. Harga hewan kurban mungkin cukup mahal tapi tenang saja karena setoran awal tabungan kurban sangat ringan. Tiap bank memiliki setoran awal yang beragam mulai dari Rp50.000 hingga Rp500.000 dan setoran bulanannya mulai dari Rp100.000. Tabungan kurban juga memiliki fitur auto debit sehingga nggak perlu takut lupa. Nah, kalau sampai gagal debit pada hari yang telah disepakati maka akan didebit pada hari berikutnya, tapi kalau sampai 3 kali gagal debit rekening tabungan kurban kamu akan ditutup dan dana akan dikembalikan pada pemilik rekening. Jadi, pastikan dana pada rekening induk selalu tersedia agar tujuan Sobat tercapai.

Bank yang melaksanakan tabungan kurban biasanya bekerja sama dengan lembaga yang sudah berpengalaman dalam proses berkurban dan penyalurannya. Dana yang sudah terkumpul pada tabungan kurban bisa Sobat ambil untuk membeli sendiri hewan kurban atau nantinya akan dialihkan kepada lembaga pengelola kurban yang bekerja sama dengan bank tempat Sobat menabung.


Tabungan Haji

Sebagai umat Islam yang taat, tentu ingin melaksanakan rukun islam yang kelima yaitu “menunaikan ibadah haji bila mampu”. Sayangnya, kebanyakan umat muslim baru bisa melaksanakan ibadah haji saat sudah berusia lanjut atau cukup tua karena dana yang baru terkumpul atau baru mendapat giliran. Berdasarkan data dari Kementrian Agama biaya ibadah haji saat ini mulai dari Rp30.881.010,00 (Embarkasi Aceh), itu yang paling murah, tiap embarkasi mempunyai perbedaan biaya dikarenakan adanya perbedaan akomodasi. Selain biayanya yang tidak sedikit, antrian atau daftar tunggunya juga cukup lama. Kuota haji Indonesia hanya 204.000 jemaah haji reguler, tapi faktanya pendaftar hampir selalu naik hingga 3 kali lipat, yakni mencapai 600.000 orang. Tidak heran jika rata-rata antrian atau masa tunggu keberangkatan haji secara nasional saat ini adalah 18 tahun.Kementerian Agama bahkan menghimbau masyarakat untuk merencanakan haji sejak dini agar dapat berhaji selagi muda. 

Bagi yang berencana untuk melaksanakan ibadah haji selagi muda, Sobat bisa memanfaatkan Tabungan Rencana Haji yang ada pada Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH). Oiya, pastikan hanya memilih lembaga-lembaga penyelenggara ibadah haji yang sudah terdaftar di Kementerian Agama Republik Indonesia (https://haji.kemenag.go.id), jangan sampai niat baik kamu harus berhenti di tengah jalan karena ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Tiap bank penyelenggara memiliki ketentuan yang berbeda tapi yang pasti semuanya memudahkan Sobat agar dapat menunaikan ibadah haji. Semakin cepat Sobat memulai tabungan rencana haji maka kewajibannya akan semakin ringan, perhatikan hal-hal berikut ya sebelum memulai:

  1. Menyiapkan kartu identitas (KTP/SIM bagi WNI dan KIMS/ KITAS serta Paspor bagi WNA).
  2. Melakukan setoran awal yang sangat ringan mulai dari Rp50.000.
  3. Bebas biaya bulanan.
  4. BPS-BPIH sudah terhubung dengan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) sehingga memudahkan Sobat terdaftar sebagai calon jemaah haji.
  5. Tidak dapat dicairkan kecuali untuk biaya ibadah haji.

Sangat memudahkan bukan? Nah, setelah dana terkumpul untuk setoran awal BPIH berikut langkah-langkah yang harus dilakukan:
  1. Nasabah/ calon jemaah haji membuka tabungan haji di bank.
  2. Jika saldo sudah mencukupi (±Rp25.000.000,-) dan sudah didaftarkan/ diinput oleh bank ke SISKOHAT, calon jemaah haji melakukan pendaftaran haji di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) wilayah setempat sesuai KTP calon jemaah haji dengan memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh Kemenag.
  3. Calon Jemaah haji mengisi formulir Formulir Pendaftaran Haji berupa Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) dan menyerahkan kepada petugas Kantor Kementerian Agama untuk didaftarkan ke SISKOHAT dan mendapatkan nomor porsi.
  4. Setelah mendapatkan nomor porsi, calon jemaah memasuki masa tunggu keberangkatan haji sesuai dengan regulasi Kementerian Agama.

Punya penghasilan yang terbatas bukan halangan lagi untuk kamu dapat berkurban dan beribadah haji. Tabungan Kurban dan Tabungan Rencana Haji ini dimaksudkan agar kita bisa mempersiapkan ibadah tersebut dengan baik dan fokus pada tujuan tersebut. Semua niat dan usaha baik akan dicatat oleh Allah SWT, semoga dimudahkan dan dilancarkan niat baik tersebut, Aamiin. Yuk jadikan Idul Adha mu makin berkesan dan makin mendekatkan diri dengan Allah SWT.

Selamat Hari Raya Idul Adha 1440H.

 

Rating

Senang
0%
Puas
0%
Menginspirasi
0%
Tidak Peduli
0%