Kontak | Indonesia | English

Beranda > Pinjaman > Jenis Kredit Dan Pembiayaan > Kartu Kredit > Syariah Card? Wow Kartu Apa Itu Yaa...?

Share

SYARIAH CARD? WOW KARTU APA ITU YAA...?




Sobat Sikapi… Gimana Work From Home (WFH) kalian? Masih tetap produktif kan? Nggak berasa ya saat ini kita sudah di pertengahan bulan Ramadan dan sebentar lagi akan merayakan Hari Raya Idul Fitri.


Kebayang dong biasanya pengeluaran kita semakin banyak pada momen-momen seperti itu, mulai dari pengeluaran extra karena khilaf membeli makanan buka puasa (takjil), sampai yang paling ditunggu-tunggu oleh sanak saudara yaitu, amplop THR hehe. Terus gimana sih cara menyiasatinya? Tentu kita perlu perencanaan keuangan yang matang untuk mengalokasikan dana tersebut atau…. kita bisa memanfaatkan Syariah Card!!!

Apa sih Syariah Card itu? Berdasarkan Fatwa Dewan Syari’ah Nasional (DSN) Nomor 54/DSN- MUI/X/2006, Syariah Card adalah kartu yang berfungsi seperti Kartu Kredit yang hubungan hukum (berdasarkan sistem yang sudah ada) antara para pihak yaitu pihak penerbit kartu (mushdir al-bithaqah), pemegang kartu (hamil al-bithaqah) dan penerima kartu (merchant, tajir, atau qabil al-bithaqah) berdasarkan prinsip syariah sebagaimana diatur dalam fatwa tersebut.

Syariah Card merupakan layanan yang berfungsi seperti kartu kredit berbasis prinsip syariah untuk mengakomodir kebutuhan transaksi keuangan bagi umat muslim, tetapi perlu diingat masyarakat non-muslim juga boleh kok untuk memanfaatkannya.




Apa saja kelebihan Syariah Card yang perlu kalian ketahui?

1. Memenuhi prinsip syariah karena bank penerbit harus menguji kesesuaiannya dengan fatwa DSN.

2.  Memiliki skema perjanjian, Syariah Card memiliki tiga jenis skema perjanjian yang menjadi dasar kesyariahannya. Tiga jenis perjanjian itu adalah penjaminan atas transaksi dengan merchant (kafalah), pinjaman dana atas fasilitas penarikan uang tunai (qardh), dan sewa atas jasa sistem pembayaran dan pelayanan terhadap pemegang kartu (ijarah).

3.  Tidak mengenakan sistem bunga, sebagai gantinya maka bank akan menerapkan akad kafalah, ijarah, atau qardh sehingga sebagai kompensasi, bank akan mengenakan biaya (fee) kepada nasabah.

4.  Biaya administrasi umumnya lebih murah, meski mengganti sistem bunga dengan biaya administrasi, besaran fee yang dibayarkan pengguna pada umumnya lebih rendah daripada suku bunga yang dipakai kartu kredit konvensional.

Fee merupakan biaya yang wajib dibayarkan pengguna kepada pihak bank penerbit. Besaran untuk biaya administrasi dihitung berdasarkan total nilai transaksi pengguna sehingga bersifat fluktuatif.

5. Denda tunggakan digunakan untuk dana sosial yang bermanfaat untuk masyarakat. Seperti kartu kredit konvensional, penunggak tagihan Syariah Card juga akan dikenakan denda sebagai cara untuk mendidik kedisiplinan pemegang kartu hanya perbedaannya adalah dana dari tunggakan tidak dimasukkan sebagai pendapatan perusahaan tetapi akan disalurkan Bank Syariah sebagai sumbangan ke sektor-sektor sosial di masyarakat.

6.  Didukung oleh layanan jaringan yang luas seperti kartu kredit konvensional karena penerbit kartu kredit syariah juga didukung oleh provider jasa keuangan dengan produk pembayaran yang menjangkau seluruh benua seperti Mastercard maupun VISA.






Lalu apa saja sih kewajiban dan hak bagi pemilik Syariah Card?

1. Lunasi tagihan Syariah Card secara tepat waktu, karena setiap bulan bank akan mengirimkan tagihannya baik melalui surat maupun e-mail.

2.  Jangan digunakan secara berlebihan hanya untuk mengejar poin Syariah Card.

3. Gunakan sesuai kebutuhan dengan tujuan yang telah direncanakan dan tidak untuk memenuhi keinginan yang tidak terencana (impulse buying).

4.  Batasi penggunaannya dengan hanya mengalokasikan cicilan perbulannya tidak lebih dari 30% dari pendapatan kalian ya. 

Ingat yaa Sobat Sikapi, prinsipnya adalah nikmati manfaatnya dan batasi penggunaanya karena Syariah Card juga seperti kartu kredit konvensional lainnya dapat  digunakan  untuk  belanja   dengan   skema   cicilan,   pemberian   diskon, cashback, tarik dana tunai sampai pemberian rewards.


Risiko apa saja sih yang perlu diperhatikan?

Jika kalian wanprestasi (terlambat membayar tagihan) maka konsekuensinya adalah:

  • Harus siap dikenakan denda.
  • Jika gagal bayar akan berurusan dengan bagian penagihan (debt collector).
  • Menurunnya skor kelayakan pembiayaan,
  • Masuk daftar hitam di informasi Debitur (iDeb) pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). 



Sepertinya saya tertarik untuk memiliki Syariah Card, terus… gimana ya cara mendapatkannya?
  1. Segera datang ke kantor cabang Bank Syariah terdekat untuk mendapatkan informasi lebih lengkap dari petugas.
  2. Mengisi formulir pengajuan Syariah Card dengan melengkapi berkas administrasi yang diperlukan seperti KTP, buku rekening, NPWP, slip gaji dan lainnya.
  3. Pihak bank akan melakukan verifikasi data kalian dan menganalisis pagu maupun kemampuan membayar.
  4. Jika sudah selesai, kalian sudah bisa mendapatkan dan memanfaatkan Syariah Card.

 

Menarik bukan Sobat? Jadi, mulailah merencanakan tujuan keuanganmu untuk menghadapi Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri dengan sebaik-baiknya, jika terdapat kebutuhan mendesak dan kalian memerlukannya maka gunakanlah Syariah Card-mu dengan bijak!!! 

Sobat Sikapi… Semangat…!!! Jiayou…!!! Ganbatte…!!! Vamos…!!!


* * * * *


Sumber:

Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Nomor 54/DSN-MUI/X/2006 Tentang Syariah Card https://tafsirq.com/en/fatwa/dsn-mui/syariah-card https://www.dream.co.id/dinar/6-kelebihan-kartu-kredit-syariah-dibanding- konvensional-190528z.html

https://www.cnbc.com/2019/07/16/3-credit-card-tips-from-a-millennial-with-10- million-rewards-points.html

https://www.cermati.com/artikel/untuk-para-generasi-millenial-lakukan-tips-ini-agar- tak-salah-mengatur-uang

https://www.suara.com/bisnis/2019/10/03/044000/punya-kartu-kredit-siap-siap- dengan-5-risiko-ini-jika-tak-bayar-tagihan


Rating

Senang
0%
Puas
0%
Menginspirasi
0%
Tidak Peduli
0%