Kontak | Indonesia | English

Beranda > Tips Keuangan > Artikel Tips Keuangan > Kebiasaan Buruk Penyebab Uangmu Habis Begitu Saja

Share

KEBIASAAN BURUK PENYEBAB UANGMU HABIS BEGITU SAJA


1.      Hidup dari Gaji ke Gaji

Generasi muda saat ini perlu perencanaan keuangan untuk punya sumber pemasukan lain selain gaji bulanan, seperti bisnis sampingan atau investasi yang memberikan passive income.

2.      Menggabungkan Rekening Tabungan dengan Rekening Sehari-hari

Jika ingin disiplin mengumpulkan uang, sebaiknya pisahkan rekening untuk kebutuhan transaksi sehari-hari dengan rekening tabungan. Selain itu, buat rencana pengeluaran dan sisihkan dulu pemasukan Sobat di awal untuk ditabung, baru gunakan untuk belanja sesuai kebutuhan. Biasakan untuk melakukan manajemen keuangan sehari-hari dan review transaksi keuangan secara rutin untuk menghindari aktivitas keuangan kamu yang tidak terkontrol.

3.      Belanja Impulsif Menggunakan Kartu Kredit

Hindari berbelanja impulsif dengan kartu kredit jika Sobat tidak bisa membayar jumlah tagihan tepat waktu, karena bunga yang harus dibayarkan tiap bulan atas penggunaan kartu kredit dapat membahayakan kehidupan finansial. Sobat berpotensi terjebak utang yang tak ada habisnya jika sudah 'ketagihan' menggunakan produk ini secara tak terkendali.

4.      Berpikir Kalau Nabung Sama Seperti Investasi

Sebuah riset menyatakan kalau 79% generasi muda Indonesia menyisihkan penghasilan mereka untuk ditabung. Mereka menganggap kalau menabung sama seperti investasi. Menabung adalah kegiatan menyisihkan uang untuk disimpan sebagai cadangan saat terdapat keperluan mendadak, yang biasanya disimpan dalam rekening bank dengan imbal hasil sangat kecil. Sedangkan, investasi adalah strategi finansial jangka panjang dengan mengembangkan uang pada instrumen investasi yang memberikan keuntungan/ imbal hasil  yang lebih besar di masa depan.

5.      Tidak Punya Dana Darurat

Pernah kan Sobat mengalami kejadian yang membuat kamu harus mengeluarkan uang di luar rencana? Contoh kendaraan rusak, laptop tiba-tiba mati atau kamu sakit? Kalau kamu nggak punya dana darurat, siap-siap deh untuk mengalami kesulitan finansial. Selain tabungan dan investasi, penting untuk punya dana darurat. Dana darurat adalah simpanan yang memiliki likuiditas tinggi (tabungan) untuk mengatasi biaya yang tidak terduga seperti jatuhnya penghasilan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) atau pemotongan penghasilan seperti di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Dana yang perlu disiapkan minimal sebesar 6 bulan pengeluaran kamu, ya. Coba cek dana darurat kamu sekarang!

6.      Tidak Mencatat Pengeluaran Kecil

Kebanyakan orang hanya mengawasi pengeluaran rutin seperti membayar tagihan listrik, cicilan kartu kredit, belanja bulanan dll. Namun, banyak yang tidak mengawasi pengeluaran kecil seperti parkir, jajan, uang tol dll. Jika sobat Sikapi pernah membayar tagihan bulanan tidak tepat waktu atau menunggak, bisa membuat keuangan kamu menjadi tidak sehat. Padahal, pengeluaran inilah yang sering kali menjadi penyebab pemborosan. Ada baiknya, kamu mencatat segala pengeluaran untuk membantu kamu mengontrol keuangan. Saat ini sudah tersedia aplikasi pencatat pengeluaran yang bisa kamu unduh secara gratis.

7.      Tidak Punya Asuransi

Banyak orang Indonesia belum sadar akan pentingnya asuransi bagi keuangan pribadi dan kesehatan terutama di tengah pandemi Covid-19 ini. Contoh, jika kamu punya asuransi mobil, beban finansial yang kamu alami bisa jauh lebih ringan. Kamu bisa klaim asuransi mobil untuk menanggung biaya kerusakan mobilmu. Namun, jika tidak kamu harus menanggung beban yang berlipat ganda.

Selain itu, jika kamu sakit biaya pengobatan kamu bisa tercover oleh asuransi sehingga menjadi lebih ringan. Memiliki asuransi bermanfaat bagi kamu untuk menghadapi situasi yang tidak terduga, jika saat ini kamu belum memiliki asuransi maka keuanganmu belum dapat dikatakan sehat sepenuhnya.

8.      Tidak Memiliki Dana Pensiun serta Tabungan dan Aset Jangka Panjang Kebanyakan generasi muda Indonesia hanya berpikir hidup untuk hari ini saja. Padahal, ketika sudah tidak produktif nanti, penghasilan kamu akan jauh berkurang. Jika tidak mempersiapkan program pensiun atau sumber passive income di masa depan, kamu bisa pensiun dalam kondisi yang memprihatinkan. Padahal, walaupun sudah pensiun dan tua nanti kalian tetap ingin dong hidup bahagia dengan standar hidup yang baik.

Nah, dengan mempersiapkan dana pensiun serta tabungan dan aset jangka panjang mencerminkan kemampuan kamu dalam mencapai financial security dan financial freedom serta dalam memanfaatkan kesempatan berinvestasi sejak dini untuk keuntungan di masa depan. Caranya bisa dengan memeriksa apakah kamu memiliki dana yang cukup untuk menutupi masa pensiun (umumnya sebesar 70% income replacement rate) serta tabungan dan aset jangka panjang lainnya.

 

 

 

 

 

Sumber :

https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/20577

https://www.tokopedia.com/blog/fin-cara-mengelola-dan-mengatur-keuangan/amp/

https://blog.e-mas.com/kebiasaan-mengatur-keuangan-yang-salah/

https://blog.indodana.id/2018/10/08/batasi-pengeluaran-kamu-dari-hal-hal-ini-agar-hidup-kamu-lebih-hemat/

Rating

Senang
0%
Puas
0%
Menginspirasi
0%
Tidak Peduli
0%

Daftar Perusahaan Fintech Lending Yang Berizin dan Terdaftar di OJK per 11 Juni 2020

Selengkapnya >>

v

Tips Terpopuler

Mengenal Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
Baca selengkapnya >>
Ayo Bantu Pemerintah Menguatkan Nilai Tukar Rupiah Dengan Cara Sederhana Ini!
Baca selengkapnya >>
7 Fakta Reksa Dana Syariah
Baca selengkapnya >>
Apa Perbedaan Blacklist Nasional, BI Checking, dan Sistem Informasi Debitur?
Baca selengkapnya >>
Mengenal Program Pensiun, Perencanaan Kesejahteraan Hari Tua
Baca selengkapnya >>

Tips Terbaru

Mau berkurban tapi masih pandemi? Jangan panik… online ajaaaa
Baca selengkapnya >>
Diderot Effect: Jangan Terbiasa Membeli Apa Yang Tidak Kamu Butuhkan!
Baca selengkapnya >>
Tips Atur Portofolio Investasi di Era New Normal demi ‘Cuan’ Maksimal
Baca selengkapnya >>
Ayah Sang Menteri Perencanaan “Keuangan” Keluarga
Baca selengkapnya >>
Kelebihan dan Kekurangan Belanja Online
Baca selengkapnya >>