Kontak | Indonesia | English | Masuk
  • Menu
  • KEUANGANKU ▾
  • SIMPANAN ▾
  • INVESTASI ▾
  • PINJAMAN ▾
  • PROTEKSI ▾
  • MATERI & ALAT ▾
  • KEGIATAN ▾
  • BERITA
  • DATA LINK

Beranda > Tips Keuangan > Artikel Tips Keuangan > Hati-Hati Investasi Bodong, Pahami tentang Skema Ponzi

Share

HATI-HATI INVESTASI BODONG, PAHAMI TENTANG SKEMA PONZI



Investasi memang penting untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Dengan munculnya banyak perusahaan yang menawarkan beragam produk investasi, mulai dari emas, surat berharga, valuta asing, dan properti, Sobat SiKapi sebagai calon investor, ada baiknya belajar terlebih dahulu sebelum berinvestasi agar tidak terjerat dalam
skema Ponzi.

Perlu disayangi, kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi tersebut tidak diimbangi dengan kecermatan mencari informasi dan ketelitian dalam memilih jenis serta perusahaan investasi. Kebanyakan masyarakat tergiur dengan investasi yang menjanjikan tingkat pengembalian atau bagi hasil yang tinggi, tanpa menyelidiki lebih dulu kredibilitas dan legalitas dari perusahaan investasi terkait. Alhasil, alih-alih mendapatkan keuntungan besar, masyarakat justru menderita kerugian finansial karena menjadi korban penipuan. Tanpa disadari, masyarakat terjebak dalam iming-iming investasi yang menerapkan skema Ponzi. Untuk itu, Sobat Sikapi kini harus lebih berhati-hati agar terhindari dari skema ini.

Berdasarkan Wikipedia, skema Ponzi adalah modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya, bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan operasi ini. skema ini dicetuskan oleh Charles Ponzi dari Italia, yang kemudian menjadi terkenal pada tahun 1920.

Praktik investasi bodong dengan skema Ponzi sudah banyak terjadi di Indonesia sejak tahun 1990-an. Berikut beberapa contoh penawaran investasi dengan skema Ponzi yang ada di Indonesia.

1.    PT. Qurnia Subur Alam Raya (QSAR)

2.    Golden Traders Indonesia (GTI) Syariah

3.    Virgin Gold Mining Corporation (VGMC)

4.    First Travel Anugerah Karya Wisata

5.    Abu Tours

6.    Manusia Membantu Manusia (MMM)

7.    Pandawa Group

8.    MeMiles


Bagi Sobat yang merupakan calon investor, kenali ciri-ciri skema Ponzi agar terhindar dari kerugian
seperti berikut ini:

1.    Menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat dan tanpa risiko;

2.    Proses bisnis investasi yang tidak jelas;

3.    Produk investasi biasanya milik luar negeri;

4.    Staf Penjualan mendapatkan komisi dalam merekrut orang;

5.    Pada saat investor ingin menarik investasi malah diiming-imingi investasi dengan bunga yang lebih tinggi;

6.    Mengundang calon investor dengan menggunakan tokoh masyarakat dan tokoh agama sebagai figur; serta

7.    Pengembalian macet di tengah-tengah.



Untuk
menanggulangi praktik penawaran investasi ilegal ini, Sobat Sikapi dapat segera menginformasikan melalui pelayanan pengaduan OJK (Kontak 157) atau melalui whatsapp dengan nomor 081-157-157-157 jika menemukan kejanggalan-kejanggalan dalam menerima tawaran berinvestasi dengan ketujuh ciri di atas. Semakin cepat Sikapi melapor, semakin banyak masyarakat yang terhindar dalam investasi abal-abal ini.

Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Sdr. Kuseryansyah, menyampaikan bahwa masalah utama atas maraknya investasi ilegal adalah disebabkan oleh rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat. Untuk menghindari hal tersebut, setiap orang harus membekali diri dengan literasi keuangan yang cukup, sehingga mampu berpikir logis untuk tidak mudah tergiur terhadap tawaran investasi agar dapat menahan diri dan terhindar dari kerugian.



Satgas Waspada Investasi memberikan tips berinvestasi untuk menghindari skema Ponzi yaitu dengan cek 2 L yakni legal dan logis. L yang pertama adalah aspek legal, artinya masyarakat harus mengecek aspek legalitas perizinan sebuah badan usaha yang menawarkan investasi. Mulai dari izin badan hukum, izin kegiatan, serta izin produk. Jika itu semua tidak dimiliki oleh perusahaan tersebut, menurutnya lebih baik jangan diikuti. Masyarakat yang ingin melakukan pengecekan izin sebuah badan badan usaha bisa menanyakan atau mengunjungi lembaga yang memberikan perizinan terkait. Misalnya seperti perusahaan di bidang perdagangan bisa melihat di Kementerian Perdagangan, investasi pada koperasi bisa memeriksa di Kementerian Koperasi, bisnis pada foreign exchange atau pertukaran mata uang asing bisa melihat perizinannya pada Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), travel umroh di Kementerian Agama, sedangkan kalau layanan jasa keuangan dapat melihat daftar atau izinnya di OJK.

Selanjutnya, L yang kedua adalah memeriksa sisi logis investasi tersebut, seperti melihat rasionalitas pembagian imbal hasilnya. Karena jika pembagian keuntunggannya terlalu fantastis maka hal tersebut perlu dipertanyakan.

Ingat ya Sobat, kadang kala sesuatu hal dianggap terlalu indah sepertinya tidak akan pernah terjadi atau dalam pepatah Bahasa inggrisnya too good to be true, hal ini juga berlaku untuk menjadi alarm bagi diri kita sendiri ketika mendapatkan tawaran investasi di produk/layanan jasa keuangan.

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Skema_Ponzi

https://www.simulasikredit.com/ciri-ciri-investasi-skema-ponzi/

https://www.simulasikredit.com/contoh-bisnis-dengan-skema-ponzi-di-indonesia/

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200114202635-78-465384/afpi-respons-investasi-memiles-itu-skema-ponzi-hati-hati

https://www.kompas.com/tren/read/2020/08/05/060300365/mengenal-skema-ponzi-modus-investasi-bodong-yang-banyak-makan-korban?page=all

https://finance.detik.com/moneter/d-4864536/ini-deretan-investasi-bodong-yang-pakai-skema-ponzi

https://www.wartaekonomi.co.id/read236857/apa-itu-skema-ponzi

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4864340/tawarkan-keuntungan-tak-masuk-akal-apa-itu-skema-ponzi

https://bisnis.tempo.co/read/1297070/ojk-ingatkan-2l-agar-terhindar-investasi-skema-ponzi/full&view=ok

https://www.merdeka.com/peristiwa/investasi-memiles-menggunakan-skema-ponzi-ini-penjelasan-ojk.html


Rating

Senang
47%
Puas
16%
Menginspirasi
25%
Tidak Peduli
12%