Kontak | Indonesia | English

Beranda > Keuanganku > Mengenal Lembaga serta Produk Dan Jasa Keuangan > Laku Pandai - Bank Pagi, Siang, Malam

Share

LAKU PANDAI - BANK PAGI, SIANG, MALAM

Umur perbankan di Indonesia telah mencapai ratusan tahun, namun Survei Nasional Literasi Keuangan menunjukkan baru 57,28% masyarakat yang menikmati layanan industri ini. Para bankir berpendapat bahwa kondisi geografis menjadi tantangan utama industri ini sulit menerobos hingga pelosok Indonesia. Belum lagi biaya untuk membangun jaringan kantor dinilai tak murah. Sebaliknya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut masih rendahnya penghasilan sebagian masyarakat membuat mereka belum mampu untuk menabung. Rendahnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait produk dan layanan jasa keuangan pun, disinyalir menjadi sebab masih ada kelompok yang tak terjangkau industri ini. Akibatnya produk dan layanan industri keuangan, minim peminat. 

Dua kubu yang bertolak belakang ini, kemudian berusaha dirangkul OJK lewat program Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif, bahasa akrabnya yakni Laku Pandai. Lewat program tersebut bank tak perlu lagi hadir di masyarakat lewat kantor cabang. Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad menyebutkan niatan utama program yang membumi ini adalah meningkatkan inklusi keuangan. Pada akhirnya kenaikan inklusi itu juga diharapkan dapat turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Dewan Komisioner OJK merinci ada tiga hal utama yang menjadi sasaran program ini.

1. Program ini dapat melahirkan produk keuangan yang sederhana, mudah dipahami, dan sesuai kebutuhan masyarakat yang belum dapat menjangkau layanan keuangan.

2. Mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat di seluruh Indonesia untuk mendukung kegiatan ekonomi.

3. Mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan antar wilayah di Indonesia, terutama antara desa dengan kota.

Niatan ini pun disambut baik kalangan bankir. Usai peluncuran program program Laku Pandai pada Maret 2015, sebanyak 17 bank menyatakan niat untuk menjadi pelaku aktif. Di sisi lain masyarakat dapat memperoleh produk keuangan yang sederhana. Contohnya adalah basic saving account (BSA). Melalui produk ini nasabah dapat memiliki tabungan tanpa batas minimum setoran dan saldo rekening.

Perkembangan penyelenggaraan Laku Pandai posisi per September 2015 yakni:

1. Total pembukaan rekening tabungan berkarakteristik BSA sekitar 1.062.000 rekening.

2. Terdapat sekitar 8.451 agen Laku Pandai (perorangan dan badan hukum), yang berlokasi tersebar pada 28 provinsi di seluruh wilayah Indonesia.

3. Jumlah penyelenggara Laku Pandai sampai kini adalah enam bank yakni BRI, Mandiri, BNI, BTN, BTPN, dan BCA.

Jumlah ini bertambah seiring dengan banyaknya bank yang telah berpartisipasi, termasuk di dalamnya bank syariah dan terdapat Bank Pembangunan Daerah yang akan berpartisipasi pada program dimaksud pada pertengahan Desember 2015.

Program ini diatur dalam POJK Nomor 19/POJK.03/2014 tentang Layanan Keuangan tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai). Ke depannya, diharapkan seluruh bank sukses menggelar Laku Pandai sehingga seluruh masyarakat Indonesia terutama yang dewasa dapat memiliki rekening tabungan. Kondisi ini akan memudahkan pengikutsertaan masyarakat dalam kegiatan ekonomi termasuk pembangunan yang dilakukan pemerintah.

MARI BERSAMA KITA DUKUNG PROGRAM LAKU PANDAI!

Rating

Senang
39%
Puas
28%
Menginspirasi
23%
Tidak Peduli
10%

Daftar Perusahaan Fintech Lending Yang Berizin dan Terdaftar di OJK per 11 Juni 2020

Selengkapnya >>

v

Artikel Terpopuler

Perusahaan Modal Ventura
Baca selengkapnya >>
Tentang Industri Jasa Keuangan
Baca selengkapnya >>
Perusahaan Efek
Baca selengkapnya >>
Apa itu Kredit dan Pembiayaan
Baca selengkapnya >>
Asuransi Penjaminan (Surety Bond)
Baca selengkapnya >>

Artikel Terbaru

IKUTI KOMPETISI INKLUSI KEUANGAN KOINKU 2020
Baca selengkapnya >>
Berkenalan dengan Perusahaan Sekuritas dan Manajer Investasi
Baca selengkapnya >>
MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DENGAN BANK WAKAF MIKRO
Baca selengkapnya >>
Ingin Berinvestasi? Pahami Risikonya, Dapatkan Keuntungannya
Baca selengkapnya >>
Ayo.. Be S.M.A.R.T dalam Merencanakan Keuangan Tahun Depan!
Baca selengkapnya >>