Kontak | Indonesia | English | Masuk
  • Menu
  • KEUANGANKU ▾
  • SIMPANAN ▾
  • INVESTASI ▾
  • PINJAMAN ▾
  • PROTEKSI ▾
  • MATERI & ALAT ▾
  • KEGIATAN ▾
  • BERITA
  • DATA LINK

Beranda > Simpanan > Jenis Simpanan > Tabungan > Saatnya Belajar Literasi Keuangan Digital

Share

SAATNYA BELAJAR LITERASI KEUANGAN DIGITAL

Artikel: Kamis, 28 Juli 2022



Salah satu hal bijak yang perlu Sobat lakukan untuk mengikuti perkembangan zaman adalah mempelajari Digital Financial Literacy (DFL) atau Literasi Keuangan Digital. DFL merupakan pengetahuan, keterampilan, keyakinan, dan kompetensi untuk menggunakan produk dan layanan keuangan digital dengan aman untuk membuat keputusan keuangan yang baik. DFL penting untuk dipelajari!. Yuk simak penjelasan berikut ini.


Perkembangan Produk dan Layanan Jasa

Satu per satu lembaga jasa keuangan mulai menjual produk dan layanan jasa keuangan secara digital. Selain untuk mempercepat layanan kepada konsumen, hal ini juga untuk menghemat biaya operasional. Lembaga jasa keuangan khususnya bank bisa menghemat biaya karena tidak perlu lagi berinvestasi dengan mendirikan kantor layanan fisik yang banyak seperti saat ini.

Saat ini kemampuan literasi keuangan digital bukan sekadar kebutuhan, melainkan juga telah menjadi lifestyle di era Revolusi Industri 4.0. Pembatasan pergerakan manusia di saat terjadinya pandemi Covid-19 ini menyebabkan transaksi digital makin diminati dan dibutuhkan. Hadirnya layanan jasa keuangan secara digital membuat masyarakat memiliki banyak pilihan untuk mengakses layanan keuangan tanpa perlu datang secara fisik ke kantor lembaga jasa keuangan.

Selain itu dalam jangka panjang diperkirakan semua transaksi keuangan akan beralih ke teknologi digital dan menuju cashless transactions. Oleh karenanya, kita perlu mempersiapkan diri dengan kemampuan literasi digital yang mumpuni. Kemampuan literasi digital ini bukan hanya untuk kepentingan transaksi keuangan, melainkan juga untuk memenuhi kebutuhan dan aktivitas kehidupan lainnya yang berbasis digital.

Isu Keamanan Data Pribadi

Dalam melakukan transaksi keuangan secara digital, faktor keamanan menjadi isu penting. Kemudahan transaksi keuangan secara digital perlu diiringi dengan pemahaman akan adanya risiko keamanan data pribadi. Untuk itu upaya perlindungan data pribadi konsumen merupakan prioritas utama yang harus dijaga, baik oleh konsumen maupun lembaga jasa keuangan. Data pribadi yang tersebar dapat dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan transaksi yang merugikan bahkan dapat disalah gunakan untuk tindak kejahatan. Berikut merupakan data pribadi yang perlu dilindungi oleh Sobat, antara lain: Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama ibu kandung, tempat tanggal lahir, kode Personal Identification Number (PIN), kode On Time Password (OTP), nomor kartu kredit, nomor Card Verivication Value (CVV), username, password, dan informasi pribadi lainnya.

DFL Mendorong Inklusi Keuangan

Literasi keuangan digital akan memudahkan seseorang mengakses produk dan layanan jasa keuangan, baik melalui aplikasi lembaga jasa keuangan tersebut maupun aplikasi yang dimiliki oleh usaha teknologi finansial (fintech) dan e-commerce yang juga memberikan layanan jasa keuangan.  Dengan demikian, literasi keuangan digital akan membantu meningkatkan inklusi keuangan masyarakat untuk mengakses produk dan layanan sektor jasa keuangan secara cepat dan mudah.

Setelah memahami pentingnya mempelajari DFL. Yuk kenali layanan keuangan digital yang dapat Sobat manfaatkan. Keuangan digital bukan hanya dapat dimanfaatkan untuk pembayaran secara digital seperti e-wallet atau e-money, dan mengakses pinjaman online. Berikut adalah beberapa layanan keuangan digital yang dapat Sobat manfaatkan:

Mobile Banking: Layanan melakukan transaksi keuangan oleh nasabah yang memanfaatkan teknologi ponsel pintarLayanan yang ditawarkan: informasi saldo, transfer, pembayaran, dll.

Internet Banking: Layanan melakukan transaksi perbankan oleh nasabah yang memanfaatkan teknologi internet. Layanan yang ditawarkan: informasi saldo, transfer, pembayaran, dll.

Robo Advisor: Teknologi yang digunakan untuk melakukan penilaian profil risiko dengan mengandalkan algoritma dan kecerdasan buatan/Artificial Intelligence (AI) untuk menganalisis data-data terkait investasi. Contoh pemanfaatan pada aplikasi perusahaan sekuritas

Financial Planner: Platform yang membantu individu dalam merencanakan keuangan dan memberikan masukan terkait pilihan produk investasi yang ditawarkan oleh Lembaga Jasa Keuangan yang terdaftar dan berizin dari OJK.

Wealth Tech: Platform yang mengintegrasikan berbagai layanan produk keuangan dalam satu aplikasi ponsel untuk memudahkan dan membantu pengguna dalam mengakses serta mengelola keuangan. Produk yang ditawarkan: Perbankan, Pembiayaan, Asuransi, dan Investasi/Funding.

Itulah penjelasan singkat mengenai DFL. Yuk ajak Sobat lainnya untuk mulai mempelajari DFL agar semakin bijak di era digital ini. Untuk mulai belajar DFL Sobat dapat mengakses modul DFL melalui https://lmsku.ojk.go.id

Sumber: Modul Digital Financial Literacy LMS Edukasi Keuangan

Rating

Senang
40%
Puas
0%
Menginspirasi
30%
Tidak Peduli
30%

Daftar Perusahaan Fintech Lending Yang Berizin dan Terdaftar di OJK per 24 Mei 2021

Selengkapnya >>

v

Tips Terpopuler

Mengenal Jenis-jenis Suku Bunga Bank
Baca selengkapnya >>
Jenis Simpanan di Bank dan Berbagai Keuntungannya
Baca selengkapnya >>
Yuk! Ketahui Perkembangan Layanan Perbankan di Era Serba Digital
Baca selengkapnya >>
Cara Menghitung Bunga Deposito
Baca selengkapnya >>
Menabung Simpel Untuk Pelajar
Baca selengkapnya >>

Tips Terbaru

Saatnya Belajar Literasi Keuangan Digital
Baca selengkapnya >>
Produk Keuangan Ini Bisa Bantu Sobat Siapkan Dana Haji
Baca selengkapnya >>
Bertransaksi dan Menabung Lebih Mudah Berkat Layanan Bank
Baca selengkapnya >>
Pakai Giro untuk Transaksi Keuangan yang Cepat dan Aman
Baca selengkapnya >>
Cari Cuan dari Deposito Bank, Aman dan Terjamin
Baca selengkapnya >>