Kontak | Indonesia | English | Masuk
  • Menu
  • KEUANGANKU ▾
  • SIMPANAN ▾
  • INVESTASI ▾
  • PINJAMAN ▾
  • PROTEKSI ▾
  • MATERI & ALAT ▾
  • KEGIATAN ▾
  • BERITA
  • DATA LINK

Beranda > Investasi > Jenis Investasi > Saham > Apa Itu IHSG? Yuk Kenali Indeks Saham IHSG

Share

APA ITU IHSG? YUK KENALI INDEKS SAHAM IHSG

Artikel: Kamis, 15 September 2022



Jika masuk ke dalam Bursa Efek Indonesia atau membuka aplikasi investasi biasanya kita akan melihat grafik IHSG. Apa itu IHSG? Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah indeks yang mengukur kinerja harga semua saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Di pasar global, IHSG juga dikenal sebagai Indonesia Composite Index (ICI) atau IDX Composite. IHSG dihitung dengan menggunakan rata-rata berimbang berdasarkan jumlah saham di bursa atau Market Value Weighted Average Index. Data ini dihitung setiap hari bursa yaitu Senin sampai dengan Jumat pukul 09.00-16.00 WIB, sehingga menghasilkan data secara update.


Lalu apa fungsi IHSG? Ada beberapa funsgi IHSG yang perlu Sobat ketahui. Pertama IHSG dapat digunakan untuk mengukur kinerja portofolio. Portofolio saham merupakan kumpulan aset investasi saham yang dimiliki perorangan atau perusahaan. Misalnya Sobat memiliki saham dari perusahaan A, B, dan C, kumpulan saham ini disebut sebagai portofolio. Selanjutnya dengan melihat kinerja IHSG, Sobat dapat membuat estimasi keuntungan dari portofolio saham yang Sobat miliki.

Fungsi IHSG yang kedua adalah sebagai indikator pergerakan pasar modal. Mengingat IHSG dihitung dari rata-rata harga saham di bursa secara real time, IHSG dapat menjadi indikator pergerakan pasar modal terkini. Apabila tren IHSG sedang meningkat, maka bisa dipastikan harga saham dalam pasar modal juga turut meningkat. Sebaliknya, jika indeks harga sedang lemah, maka harga saham juga ikut menurun. Namun, perlu diingat bahwa nilai ini merupakan nilai rata-rata, sehingga terdapat kemungkinan ada saham yang harganya outlier atau berbeda jauh dari IHSG.

Fungsi yang ketiga adalah untuk melihat perkembangan kondisi ekonomi suatu negara seperti aliran modal, pertumbuhan ekonomi, dan penerimaan pajak negara. IHSG berperan besar karena semakin tinggi investasi yang ada dalam negara, maka aliran modal juga akan semakin besar. Dengan modal besar tersebut, perekonomian akan bergerak dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi maupun penerimaan negara lewat pajak yang dibayar oleh perusahaan. Dari pajak itulah pemerintah bisa membuat kebijakan baru untuk mensejahterakan masyarakat.

Setelah mengetahui fungsi IHSG, yuk pelajari cara membacanya. Sobat bisa melihat grafik IHSG melalui aplikasi atau situs tempat Sobat berinvestasi. Ketika IHSG memiliki tren naik, umumnya IHSG akan dikatakan hijau atau bullish. Pada saat itu investor disarankan untuk menjual saham agar mendapatkan keuntungan. Selain itu investor juga dapat memilih untuk melakukan hold (simpan dan tidak menjual), dengan harapan harga saham akan terus meningkat dan memberikan keuntungan yang lebih besar. Pada saham juga dikenal istilah stock bubble. Stock bubble merupakan peningkatan harga saham tertentu secara signifikan yang terkesan tidak normal dan dapat melebihi harga pasaran saham. Peristiwa ini terjadi ketika terdapat hal yang tak terduga. Untuk itu investor perlu mawas diri, jangan tamak ketika melihat potensi keuntungan saat IHSG naik karena bisa saja indeks mengalami bubble sehingga rawan koreksi.

Lawan dari bullish adalah bearish atau dikatakan merah (IHSG turun). Pada saat IHSG turun, investor disarankan untuk membeli saham dan hold (simpan dan tidak menjual) saham yang sudah dimiliki dengan harapan harga saham akan semakin meningkat di masa depan. Rekomendasi selanjutnya melakukan cut loss, yaitu memutuskan untuk menjual sahamnya kembali di saat harga saham relatif turun untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Pada saat saham turun investor jangan panik, melainkan perlu bersabar dan melakukan analisis lebih lanjut mengenai portofolio yang dimiliki. Tentunya setiap keputusan dalam berinvestasi perlu dilandasi oleh analisis fundamental ya Sobat!

Sobat perlu membeli saham di waktu yang tepat agar mendapatkan selisih nilai harga jual dan beli. Jika nilai jual lebih tinggi Sobat akan mendapatkan keuntungan atau capital gain, sementara jika nilai jual lebih rendah Sobat akan mengalami kerugian yang disebut sebagai capital loss.  Sekarang mari Kita coba melakukan simulasi keuntungan ketika menjual saham.

Ketika Saham sedang turun, Bagus Sikapi membeli saham AAAA sebanyak 10 lot dengan harapan harga saham ini akan meningkat. Ingat 1 lot saham terdiri dari 100 lembar. Artinya Bagus memiliki 1.000 lembar saham. Ketika harga saham tersebut meningkat, Bagus berencana untuk menjualnya agar mendapatkan keuntungan berupa capital gain. Yuk kita simulasikan!

 

Harga Beli per lembar

Rp7.400

Biaya beli per transaksi *)

0,15%

 

Harga Jual per lembar

Rp7.600

Biaya jual per transaksi *)

0,25%

*)Biaya transaksi dapat berbeda pada setiap sekuritas atau platform investasi

 

 

Nominal

Fee

Pembelian 

7.400 x 1.000 = Rp7.400.000

0,15% x Rp7.400.000 = Rp11.100

Penjualan

7.600 x 1.000 = Rp7.600.000

0,25% x Rp7.600.000 =Rp19.000

 

Dana yang dibayarkan

Pembelian 

Rp7.400.000 + Rp11.100

Rp7.411.100

Penjualan

Rp7.600.000 - Rp19.000

Rp7.581.000

Keuntungan

Rp169.900

 

Jadi keuntungan yang didapatkan Bagus dengan berinvestasi saham selama satu tahun adalah Rp169.900. Menarik bukan? Yuk kita ikuti jejak Bagus dengan mulai berinvestasi saham di pasar modal.

Referensi

https://idx.co.id/media/9782/factsheet_210129_01_composite.pdf

https://katadata.co.id/safrezi/berita/620e14708a2d1/ihsg-adalah-ringkasan-kondisi-pasar-modal-begini-cara-membacanya#:~:text=Cara%20Membaca%20IHSG&text=Nilai%20Dasar%3A%20kumulatif%20jumlah%20saham,tercatat%20dikali%20dengan%20harga%20pasar.

https://www.ocbcnisp.com/id/article/2021/05/17/ihsg-adalah

Rating

Senang
93%
Puas
3%
Menginspirasi
3%
Tidak Peduli
0%