Kontak | Indonesia | English

Beranda > Tips Keuangan > Artikel Tips Keuangan > Mengenal Program Pensiun, Perencanaan Kesejahteraan Hari Tua

Share

MENGENAL PROGRAM PENSIUN, PERENCANAAN KESEJAHTERAAN HARI TUA

Apa yang dimaksud dengan program pensiun?
Ketika kita di usia produktif dan bekerja, kita memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari. Bagi yang bekerja pada sebuah pemberi kerja (perusahaan, lembaga pendidikan, dll.) umumnya menerima penghasilan secara rutin setiap bulan.
Ketika kita mencapai usia pensiun, sebagian dari kita masih menerima penghasilan seraca rutin dari pemberi kerja berupa uang pensiun.
Program pensiun adalah suatu program yang mengupayakan tersedianya uang pensiun (atau disebut juga manfaat pensiun) bagi pesertanya.

Apa yang dimaksud dengan dana pensiun?
Individu maupun kelompok pekerja dapat mengikuti program pensiun. Dana pensiun adalah lembaga keuangan nonbank yang menyelenggarakan program pensiun.
Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) adalah dana pensiun yang didirikan oleh pemberi kerja bagi sebagian atau seluruh karyawannya.
Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) adalah dana pensiun yang didirikan oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa bagi masyarakat umum, baik karyawan maupun pekerja mandiri.
Dana pensiun merupakan badan hukum dengan manajemen, kegiatan operasional dan kekayaan yang terpisah dari pendirinya.
Mengapa saya perlu mengikuti program pensiun?
Kita membutuhkan penghasilan untuk menghidupi diri kita dan kebutuhan tersebut tidak berhenti meskipun kita sudah tidak lagi produktif bekerja.
Agar pemenuhan kebutuhan hidup kita tetap terjamin hingga masa purna bakti, kita perlu melakukan persiapan sedini mungkin.
Ada banyak cara untuk mempersiapkan kesinambungan penghasilan di hari tua. Mengikuti program pensiun adalah salah satu cara terbaik untuk mempersiapkan kesejahteraan di hari tua. Program tersebut didesain untuk menyediakan manfaat pensiun bagi pesertanya. Dengan mengikuti program pensiun kita dididik untuk menabung sehingga saat kita sudah tidak produktif lagi, kita masih menerima penghasilan untuk menopang hidup kita.
Apa hak-hak saya bila menjadi peserta dana pensiun?
Hak utama kita sebagai peserta dana pensiun tentu saja manfaat pensiun yang akan kita terima di saat kita mencapai usia pensiun. Besarnya manfaat pensiun tergantung pada jenis program yang kita ikuti.
Untuk jenis Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP), besar manfaat pensiun ditentukan berdasarkan rumus tertentu yang telah ditetapkan di awal. Rumus tersebut biasanya dikaitkan dengan masa kerja dan besar penghasilan kita.
Untuk jenis Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP), besar manfaat kita sangat tergantung pada besar iuran yang disetor dan hasil pengembangan dana. Hasil pengembangan dana di dana pensiun berpotensi lebih menguntungkan dibandingkan dengan beberapa produk keuangan lain karena dana pensiun memperoleh fasilitas pajak dari pemerintah.
Selain manfaat pensiun, peserta dana pensiun berhak untuk memperoleh informasi mengenai penyelenggaraan dana pensiun yang diikutinya, saldo rekeningnya, dan informasi lain yang terkait dengan dana pensiun.

Apa kewajiban saya bila menjadi peserta dana pensiun?
Bagi yang menjadi peserta DPPK, sangat mungkin peserta harus mengiur ke dana pensiun. Iuran ini biasanya langsung dipotong dari penghasilan dan disetorkan ke dana pensiun.
Bagi peserta DPLK, pembayaran iuran bersifat sangat fleksibel. Namun, biasanya peserta harus membayar biaya kepesertaan.
Setiap peserta dana pensiun juga wajib untuk memenuhi persyaratan administratif seperti menyampaikan data pribadi dan perubahannya kepada dana pensiun. Ini penting karena sebagian informasi sangat dibutuhkan dalam pembayaran manfaat pensiun.
Pengaturan hak dan kewajiban peserta untuk setiap dana pensiun berbeda-beda. Informasi mengenai hak dan kewajiban peserta dimuat dalam Peraturan Dana Pensiun (PDP). Setiap peserta berhak untuk memperoleh PDP.
Bagaimana saya bisa menjadi peserta dana pensiun?
Cara yang termudah adalah dengan mendaftar sebagai peserta DPLK secara individu. Penyelenggara DPLK adalah bank umum atau perusahaan asuransi jiwa.
Proses pendaftaran sebagai peserta DPLK kurang-lebih sama dengan proses ketika membuka rekening di bank.
Cara yang lain adalah dengan mengupayakan agar pemberi kerja kita memiliki program pensiun sendiri, baik dengan mendirikan dana pensiun maupun dengan bergabung ke DPPK yang telah ada. Namun cara ini relatif lebih rumit dari cara yang pertama. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengkomunikasikan hal ini dengan pemberi kerja kita.
Hal-hal apa yang perlu menjadi perhatian?
1. Kemampuan finansial
Mengikuti program pensiun pada dasarnya tidak membutuhkan biaya yang besar. Namun, dalam memilih desain program pensiun yang tepat kita perlu memperhatikan kemampuan finansial kita. Bagi yang mengharapkan program manfaat pasti, kemampuan finansial pemberi kerja perlu menjadi pertimbangan utama.
2. Biaya
Penyelenggaraan dana pensiun, baik DPPK maupun DPLK membutuhkan biaya. Setiap calon peserta perlu mempertimbangkan besar biaya yang dibebankan kepadanya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dana pensiun yang membebankan biaya lebih tinggi tidak serta merta berarti lebih buruk daripada yang menawarkan biaya lebih rendah. Calon peserta perlu membandingkan biaya yang dibebankan kepadanya dengan manfaat dan jasa yang akan diperoleh dari dana pensiun.
3. Waktu
Ketika kita bermaksud untuk mempersiapkan kesinambungan penghasilan di hari tua, kita sebenarnya berkejaran dengan waktu. Semakin dini kita mempersiapkannya, akan semakin ringan ”biaya” yang harus kita keluarkan setiap tahun atau bulan. Semakin panjang masa mengiur kita, semakin besar pula akumulasi dana yang dapat kita kumpulkan untuk hari tua kita.

Rating

Senang
40%
Puas
10%
Menginspirasi
32%
Tidak Peduli
17%

Daftar Perusahaan Fintech Lending Yang Berizin dan Terdaftar di OJK per 11 Juni 2020

Selengkapnya >>

v

Tips Terpopuler

Mengenal Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
Baca selengkapnya >>
Ayo Bantu Pemerintah Menguatkan Nilai Tukar Rupiah Dengan Cara Sederhana Ini!
Baca selengkapnya >>
7 Fakta Reksa Dana Syariah
Baca selengkapnya >>
Apa Perbedaan Blacklist Nasional, BI Checking, dan Sistem Informasi Debitur?
Baca selengkapnya >>
Mengenal Program Pensiun, Perencanaan Kesejahteraan Hari Tua
Baca selengkapnya >>

Tips Terbaru

Mau berkurban tapi masih pandemi? Jangan panik… online ajaaaa
Baca selengkapnya >>
Diderot Effect: Jangan Terbiasa Membeli Apa Yang Tidak Kamu Butuhkan!
Baca selengkapnya >>
Tips Atur Portofolio Investasi di Era New Normal demi ‘Cuan’ Maksimal
Baca selengkapnya >>
Ayah Sang Menteri Perencanaan “Keuangan” Keluarga
Baca selengkapnya >>
Kelebihan dan Kekurangan Belanja Online
Baca selengkapnya >>